Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tengah mematangkan operasional Lintas Raya Terpadu (LRT) rute Kelapa Gading hingga Manggarai melalui serangkaian uji coba penyempurnaan layanan. Kehadiran rute baru sepanjang 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun ini diharapkan menjadi angin segar bagi warga ibu kota yang mendambakan transportasi publik yang cepat, nyaman, dan bebas macet.
Dalam masa uji coba ini, perjalanan dimulai dari Stasiun Kelapa Gading menuju Manggarai dengan waktu tempuh efektif sekitar 25 menit saja. Akses masuk stasiun tergolong cepat berkat gerbang pembayaran (gate tap) yang responsif, hanya membutuhkan waktu sekitar dua detik. Meskipun area peron berada di lantai tiga stasiun yang menuntut penumpang menggunakan tangga atau eskalator, kenyamanan di dalam gerbong kereta tetap terjaga dengan pendingin ruangan yang sejuk serta interior bersih yang didominasi warna putih, merah, dan abu-abu.
Kendati demikian, ada beberapa catatan teknis yang menjadi sorotan selama uji coba. Salah satunya adalah suara gesekan rel yang cukup nyaring terdengar saat kereta melewati tikungan tajam, khususnya di dekat Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall. Meski menimbulkan suara bising, laju kereta yang melambat di area tikungan membuat stabilitas perjalanan tetap terjaga dengan aman bagi para penumpang.
Selain itu, kesiapan stasiun-stasiun baru pada fase 1B seperti Stasiun Rawamangun dan Stasiun Proklamasi masih terus disempurnakan. Di Stasiun Manggarai sendiri, penumpang disuguhkan pemandangan lanskap Stasiun KRL Manggarai dari ketinggian. Jalur keluar stasiun ini mengharuskan penumpang turun hingga tiga lantai dengan lebar tangga dan eskalator yang relatif terbatas. Area komersial di lantai dasar stasiun juga tengah dipersiapkan untuk menampung berbagai gerai makanan dan ritel populer.
Tanggapan masyarakat sejauh ini sangat positif, terutama mengenai rencana tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000. Pengguna menilai moda transportasi ini sangat potensial untuk mobilitas harian guna menghindari kemacetan Jakarta. Harapan warga kini tertuju pada kesiapan infrastruktur pendukung serta opsi penambahan jumlah gerbong kereta agar kapasitas penumpang tetap memadai di saat jam sibuk.

