Site icon Media KotaKita

Kantor Dinas PUPR Halmahera Timur Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Sebuah insiden kebakaran hebat melanda Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, pada Kamis siang kemarin. Peristiwa mencekam yang terjadi di Desa Soagi Malaha, Kecamatan Kota Maba ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan pegawai negeri sipil yang tengah bersiap melakukan aktivitas kerja mereka di dalam gedung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa nahas tersebut bermula sekitar pukul 12:00 WIT. Saksi mata di sekitar lokasi dikejutkan dengan munculnya kepulan asap tebal berwarna hitam pekat yang mendadak membubung tinggi dari area atap gedung utama. Dalam waktu singkat, embusan angin yang bertiup kencang membuat jilatan api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh konstruksi bangunan, menghanguskan dinding serta fasilitas di dalamnya.

Melihat kobaran api yang kian membesar, para pegawai yang berada di dalam ruangan langsung berhamburan menyelamatkan diri untuk menghindari kepungan asap. Warga setempat yang menyadari situasi darurat ini segera berinisiatif memberikan bantuan darurat dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun, kombinasi antara minimnya sumber air di sekitar lokasi serta tiupan angin kencang membuat upaya pemadaman mandiri tersebut berjalan sia-sia.

Aparat kepolisian dari Polsek Kota Maba yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengamankan area dan menghubungi unit pemadam kebakaran. Perjuangan menjinakkan si jago merah berlangsung cukup dramatis. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan secara total sekitar tiga jam kemudian, setelah armada pemadam kebakaran tiba dan melakukan penyemprotan secara intensif dibantu oleh warga setempat.

Kasi Humas Polres Halmahera Timur, Ipda Ajwan, mengonfirmasi insiden tersebut kepada media pada Jumat (11/9). Ia menegaskan bahwa beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Kendati demikian, dampak kerusakan struktural yang ditimbulkan sangat masif, dengan taksiran kerugian materiil mencapai Rp1 miliar.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi penyebab pasti munculnya titik api pertama kali yang memicu kebakaran hebat di kantor instansi pelayanan publik tersebut.

Exit mobile version