Site icon Media KotaKita

Inovasi Riset Islam dan Sains: AICIS 2026 Sedot 3.420 Abstrak dari 21 Negara

Antusiasme akademisi global terhadap gelaran Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 3.420 abstrak riset telah masuk dari 21 negara dan 607 lembaga pendidikan tinggi hingga batas akhir pendaftaran. Capaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat dialog keilmuan Islam dan sains di tingkat internasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa besarnya jumlah draf penelitian tersebut harus diimbangi dengan penguatan mutu substansi. Menurutnya, indikator keberhasilan utama AICIS+ 2026 terletak pada sejauh mana riset mampu mengintegrasikan kajian keislaman dengan ilmu-ilmu alam (natural sciences) serta fenomena sosial modern.

“Materi yang masuk harus mencerminkan sintesis yang kuat. Kita ingin menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) kini telah berwajah inklusif dan integratif, tidak lagi terbatas pada kajian keagamaan murni,” tegas Amien dalam keterangan resminya di Jakarta.

Panitia penyelenggara saat ini tengah memetakan seluruh artikel secara tematik guna memilah mana yang bersifat studi teoretis murni, riset terapan, hingga penelitian lintas disiplin. Langkah ini dinilai penting untuk menghadirkan solusi konkret atas permasalahan global. Fokus riset terapan yang didorong mencakup inovasi teknologi modifikasi cuaca, mitigasi bencana geologi, adaptasi perubahan iklim, hingga penyelesaian problem sosial masyarakat.

Selain diskusi panel ilmiah, konsep pameran atau expo dalam AICIS+ 2026 juga mengalami pergeseran paradigma. Berbeda dari penyelenggaraan terdahulu, expo kali ini diarahkan khusus untuk memamerkan produk inovasi nyata hasil penelitian, bukan sekadar mempromosikan profil institusi.

Inovasi bahan ajar hingga hasil riset terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas bakal dipajang sebagai bukti kontribusi nyata civitas akademika. Melalui transformasi ini, AICIS+ 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang wacana akademik di atas kertas, tetapi juga melahirkan terobosan ilmiah yang menjawab tantangan zaman.

Exit mobile version