Aktivitas vulkanik di Indonesia terus menunjukkan dinamika yang luar biasa sepanjang tahun ini. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem Magma Indonesia, Gunung Semeru yang terletak di Lumajang, Jawa Timur, kokoh memimpin sebagai gunung api paling aktif dengan jumlah letusan terbanyak. Keaktifan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini disusul ketat oleh Gunung Ibu yang berada di Pulau Halmahera, Maluku Utara.
Hingga periode pengamatan saat ini, Gunung Semeru tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 1.831 kali. Bahkan dalam pengamatan harian terbaru, gunung legendaris ini dilaporkan meletus hingga empat kali sejak dini hari. Sebagian besar letusan tersebut memuntahkan material vulkanik meskipun secara visual sering kali tertutup kabut tebal, sehingga menyulitkan pemantauan langsung dari pos pengamatan.
Sementara itu, Gunung Ibu berada di posisi kedua dengan catatan mengesankan sebanyak 1.537 kali erupsi. Gunung api di Maluku Utara tersebut dilaporkan sempat meletus beberapa kali dalam sehari, memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 400 meter di atas puncak. Tingginya frekuensi letusan kedua gunung ini menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
Selain Semeru dan Ibu, PVMBG juga mendata beberapa gunung api aktif lainnya yang terus bergolak. Di posisi ketiga ada Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur dengan 859 letusan, diikuti Gunung Dukono dengan 230 letusan, dan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dengan 131 letusan. Beberapa gunung lain seperti Gunung Ili Lewotolok dan Gunung Marapi juga menunjukkan aktivitas fluktuatif yang intens.
Terkait status aktivitas vulkanik nasional, saat ini dilaporkan tidak ada gunung api di Indonesia yang berada pada status tertinggi, yakni Level IV (Awas). Kendati demikian, terdapat lima gunung api yang ditetapkan pada Level III (Siaga), termasuk Gunung Semeru, Anak Krakatau, Lewotobi Laki-laki, Gunung Merapi, dan Gunung Sinabung. Sementara itu, 22 gunung api lainnya, termasuk Gunung Ibu, masih bertahan di Level II (Waspada).
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu mematuhi rekomendasi radius aman dari PVMBG dan tidak melakukan aktivitas di zona bahaya demi keselamatan bersama.

