LABUAN BAJO – Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf. Budiman Manurung, mengambil langkah cepat dengan menjenguk langsung warga yang menjadi korban dugaan penganiayaan oleh dua oknum prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Kunjungan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus memberikan dukungan moral.
Peristiwa kekerasan yang memicu keprihatinan publik ini terjadi di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Akibat insiden tersebut, korban harus mendapatkan perawatan medis secara intensif. Dua oknum TNI yang terlibat diketahui masing-masing bertugas di wilayah Manggarai Barat dan Yonif 743/PSY Kupang yang sedang berada di daerah tersebut dalam rangka cuti tahunan setelah menyelesaikan penugasan di Papua.
Letkol Inf. Budiman Manurung menegaskan bahwa kehadirannya di rumah sakit merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai pimpinan wilayah. Ia secara ksatria mengakui kesalahan anak buahnya dan menyatakan tindakan kekerasan terhadap warga sipil sama sekali tidak dapat dibenarkan.
“Hari ini saya datang sebagai orang tua sekaligus pimpinan wilayah untuk melihat langsung kondisi korban. Anak buah saya yang melakukan pemukulan, dan tindakan itu jelas salah. Kami tidak akan menutupi kesalahan ini,” ujar Budiman dengan tegas.
Selain menyampaikan rasa sesal yang mendalam, Dandim juga meluruskan berbagai isu liar yang beredar di media sosial. Ia membantah keras tudingan yang menyebutkan adanya instruksi dari atasan untuk melakukan kekerasan tersebut. Budiman menjelaskan bahwa prajurit dari Yonif Kupang tersebut murni mengantongi izin cuti tahunan resmi.
“Saya tegaskan kembali, tidak ada perintah apa pun untuk melakukan pemukulan. Yang bersangkutan memegang surat izin cuti resmi setelah bertugas di Papua. Kami meminta masyarakat untuk tidak termakan informasi yang tidak benar,” tambahnya.
Kendati mengimbau semua pihak untuk saling membuka hati dan memaafkan demi menjaga keharmonisan, Budiman memastikan proses hukum terhadap kedua oknum prajurit tersebut akan tetap berjalan. Langkah hukum yang transparan dipastikan terus bergulir sesuai dengan ketentuan militer yang berlaku demi menegaskan komitmen TNI yang selalu hadir untuk mengayomi rakyat.

