Site icon Media KotaKita

Teror Bom Molotov Sasar Kantor Komnas HAM Papua, Desakan Pengusutan Menguat

Aksi teror mengejutkan melanda Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua di Kota Jayapura. Pada Rabu pagi, sebuah benda yang diduga kuat sebagai bom molotov dilemparkan oleh orang tidak dikenal (OTK) ke area halaman kantor. Insiden ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak yang mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas motif di balik aksi intimidasi tersebut.

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengungkapkan bahwa peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 10.15 WIT saat aktivitas kantor tengah berjalan normal. Pelaku diduga sengaja mengarahkan botol berisi bensin bersumbu tersebut ke area parkir kendaraan bermotor. Beruntung, kobaran api cepat diantisipasi sehingga tidak sempat membesar maupun merembet ke bangunan utama kantor.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan masif, insiden ini dipandang sebagai ancaman serius terhadap keselamatan para pejuang kemanusiaan di Bumi Cendrawasih. Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua langsung melayangkan desakan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan perhatian khusus. Mereka menilai aksi ini telah memenuhi unsur terorisme karena menyebarkan ketakutan secara meluas di tengah masyarakat.

Respons tegas juga datang dari Menteri HAM, Natalius Pigai. Ia meminta jajaran Polda Papua melakukan penyelidikan secara objektif, transparan, dan mendalam tanpa terburu-buru mengambil spekulasi sepihak. Di samping itu, Pigai mendesak adanya jaminan keselamatan dan perlindungan fisik dari negara bagi seluruh jajaran pimpinan serta staf Komnas HAM di Papua.

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Fredrickus Maclarimboen, menyatakan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi. Guna memastikan kandungan zat di dalam botol yang pecah tersebut, kepolisian menggandeng Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua. Hingga saat ini, sebanyak empat orang saksi telah diperiksa secara intensif demi melacak jejak pelaku misterius tersebut.

Exit mobile version