Upaya pencarian intensif terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan demi menemukan delapan korban yang hilang di kawasan Perairan Selat Sunda. Memasuki hari ketiga operasi penyelamatan, fokus pencarian kini diperluas secara signifikan. Sebuah helikopter penyelamat jenis HR-3604 dikerahkan langsung dari Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja, Bogor, untuk melakukan penyisiran dari udara. Langkah ini diambil guna memaksimalkan pemantauan visual di area yang sulit dijangkau oleh kapal penyelamat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, delapan orang yang hilang kontak tersebut mencakup lima orang jurnalis yang sedang melakukan peliputan serta tiga kru kapal. Helikopter HR-3604 dilaporkan lepas landas pada pukul 12.36 WIB dengan membawa tujuh personel kru yang terlatih dalam misi pencarian dan penyelamatan (SAR). Kehadiran armada udara ini diharapkan mampu mempercepat penemuan korban di tengah kondisi cuaca Selat Sunda yang kerap berubah-ubah.
Selat Sunda sendiri dikenal memiliki karakteristik geografis yang menantang, dengan arus bawah laut yang kuat dan gelombang tinggi yang bisa muncul tiba-tiba. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Kepolisian Air, serta relawan setempat. Oleh karena itu, sinergi antara tim pemantau udara dan tim patroli laut terus diperkuat untuk menyisir setiap koordinat yang dicurigai.
Pihak berwenang juga telah menyebarkan imbauan kepada kapal-kapal komersial maupun perahu nelayan yang melintas di sekitar Selat Sunda. Mereka diminta segera melapor ke posko terdekat jika menemukan objek mencurigakan atau tanda-tanda keberadaan para korban. Komunitas pers nasional pun turut memantau dengan cemas perkembangan misi penyelamatan ini, mengingat lima rekan jurnalis mereka tengah berjuang dalam situasi darurat tersebut.
Meskipun waktu terus berjalan dan tantangan di lapangan semakin berat, Tim SAR menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan seluruh sarana teknologi dan metode pencarian. Harapan tinggi disematkan pada operasi udara hari ini agar segera membawa kabar baik terkait nasib kedelapan korban yang hilang.

