Site icon Media KotaKita

Klarifikasi Bos Sound Horeg Aeromax Usai Hina MUI Jatim: Mengaku Menyesal dan Tobat

Dunia maya dan layar kaca nasional sempat dihebohkan oleh aksi kontroversial pemilik persewaan sound horeg Aeromax, Setyo Budi Mularso. Dalam sebuah siaran langsung di televisi nasional, Setyo melontarkan kata-kata tidak pantas yang menghina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Setelah menuai kecaman luas dari publik, ia akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menyatakan penyesalan mendalam atas tindakannya tersebut.

Insiden ini bermula saat Setyo hadir sebagai narasumber dalam dialog interaktif untuk membahas fatwa terkait fenomena penggunaan pengeras suara ekstrem atau sound horeg yang dikeluarkan oleh MUI Jawa Timur. Ketika diminta memberikan tanggapan, pengusaha asal Karanganyar tersebut justru meluapkan emosinya dengan menyebut lembaga keagamaan tersebut “goblok” di hadapan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, Kiai Ma’ruf Khozin. Kendati sempat ditegur oleh moderator acara untuk menjaga etika berbahasa, ucapan kasar tersebut telanjur mengudara dan memicu reaksi keras warganet.

Menyadari kekhilafannya, Setyo segera mengunggah video klarifikasi guna meredam polemik yang berkembang. Ia memohon maaf kepada seluruh jajaran MUI, mulai dari tingkat kabupaten hingga pengurus pusat, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Saya sangat menyesal atas perkataan saya dan saya bertobat,” ungkapnya. Setyo juga mengaku telah mendatangi kantor MUI Karanganyar untuk meminta maaf secara langsung setelah mendapat teguran keras dari anak dan istrinya.

Respons bijak ditunjukkan oleh pihak MUI. Ketua MUI Karanganyar, Badaruddin, menyatakan telah memaafkan tindakan Setyo secara kekeluargaan. Namun, ia mengingatkan agar penggunaan sound horeg tetap memperhatikan norma sosial dan agama, serta tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Senada dengan itu, Kiai Ma’ruf Khozin menanggapi hinaan tersebut dengan kepala dingin. Ia mengibaratkan fatwa MUI seperti polisi yang menegur pengendara tanpa helm demi keselamatan bersama, bukan karena rasa benci.

Exit mobile version