Site icon Media KotaKita

Dominasi Algoritma Media Sosial Geser Berita Konvensional, Wamen Komdigi Peringatkan Efek Echo Chamber

Jakarta — Laju perkembangan teknologi digital kian masif menggeser lanskap konsumsi informasi publik secara global. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa kendali penuh atas distribusi berita yang semula dipegang oleh perusahaan media konvensional kini beralih ke tangan platform media sosial raksasa melalui kekuatan sistem algoritma.

Saat memberikan pandangannya dalam diskusi akademis di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Nezar menekankan betapa agresifnya platform digital dalam memengaruhi perilaku pembaca. Mekanisme media sosial dirancang untuk merekam setiap jejak digital pengguna, mulai dari konten yang dilihat, lama waktu membaca, hingga tombol suka (likes) yang diklik.

Data interaksi tersebut secara otomatis diolah oleh sistem machine learning untuk menyajikan rekomendasi konten yang relevan dengan preferensi pribadi. Akibatnya, publik terjebak dalam fenomena yang disebut echo chamber, yakni kondisi di mana seseorang hanya mengonsumsi informasi yang setara dengan pandangannya sendiri tanpa terpapar sudut pandang lain.

Perubahan pola konsumsi ini diperkuat oleh temuan dalam Reuters Institute Digital News Report. Laporan riset yang melibatkan ratusan ribu responden di 48 negara tersebut membeberkan fakta bahwa platform media sosial dan jejaring berbasis video kini menjadi sumber berita utama, mengalahkan televisi serta portal berita resmi di lebih dari 30 negara. Fenomena ini diiringi tren mengkhawatirkan, di mana tingkat kepercayaan publik terhadap berita merosot hingga di bawah 40 persen.

Kondisi ekosistem informasi kian rumit seiring masifnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam alur kerja jurnalistik. Nezar memperingatkan bahwa tanpa pengawasan ketat, potensi manipulasi data pada pembelajaran AI dapat menghasilkan narasi yang keliru dan menyesatkan masyarakat luas.

Guna membendung arus disinformasi dan menjaga integritas jurnalistik, pemerintah Indonesia telah merancang serangkaian langkah mitigasi. Salah satu upaya nyata adalah penyusunan panduan etika penggunaan AI bagi insan pers bekerja sama dengan Dewan Pers, serta peluncuran peta jalan pengembangan AI nasional untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

Exit mobile version