Misteri hilangnya dua saudara kandung, RN (23) dan AY (18), di Banyuasin, Sumatera Selatan, akhirnya menemui titik terang yang memilukan. Setelah dikabarkan hilang tanpa jejak selama lima tahun sejak Oktober 2021, jasad keduanya ditemukan telah menjadi kerangka di sebuah rumah kosong di Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya. Penemuan ini sekaligus membongkar sandiwara keji dari pelaku yang selama ini berpura-pura peduli.
Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua tersangka utama, yaitu RS alias Rendi Saputra (27) dan AD alias Dika (25). Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, mengungkapkan bahwa kedua pelaku diringkus dalam waktu kurang dari 12 jam setelah penemuan kerangka tersebut. Salah satu pelaku terpaksa ditembak di bagian kaki karena mencoba melawan saat akan ditangkap.
Sandiwara Kejam Mantan Kekasih
Fakta mengejutkan terungkap selama proses interogasi. Rendi Saputra, yang merupakan mantan kekasih salah satu korban, ternyata menyembunyikan aksi kejinya dengan sangat rapi selama setengah dekade. Untuk menghindari kecurigaan keluarga korban dan warga sekitar, Rendi berpura-pura sedih dan aktif membantu proses pencarian. Bahkan, ia tanpa ragu menghadiri acara doa bersama (yasinan) yang digelar oleh keluarga korban.
Menurut penyelidikan polisi, motif di balik aksi keji ini didasari oleh rasa sakit hati mendalam pelaku terhadap orang tua korban. Dendam tersebut membuat pelaku merencanakan aksi pembunuhan sekaligus pemerkosaan terhadap RN dan adiknya, AY, saat kedua korban dalam perjalanan pulang sekolah.
Kronologi Kejadian dan Penemuan Jasad
Peristiwa tragis ini bermula pada Rabu, 27 Oktober 2021. Kedua korban yang saat itu berpamitan untuk pergi sekolah tidak kunjung kembali ke rumah. Di tengah jalan, RN ternyata memiliki janji temu dengan Rendi di kawasan Perumahan Amanah. Naas, pertemuan tersebut menjadi jebakan maut. Kedua korban diperkosa dan dihabisi menggunakan senjata tajam, lalu jasadnya ditinggalkan begitu saja di dalam rumah kosong.
Kasus yang membeku bertahun-tahun ini akhirnya terbongkar secara tidak sengaja oleh seorang buruh harian lepas yang sedang mencari kayu gelam di sekitar lokasi kejadian. Penemuan tulang-belulang manusia tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib dan membuka tabir hitam yang selama ini tertutup rapat.

