Site icon Media KotaKita

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, Polda Lampung Turunkan Kapal Patroli

Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kini memasuki fase krusial. Guna mempercepat proses menemukan para korban, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengambil langkah cepat dengan menerjunkan kapal patroli taktis untuk menyisir area yang lebih luas. Rombongan ini dilaporkan hilang saat dalam perjalanan dinas meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Direktur Polisi Air dan Udara Polda Lampung, Kombes Erick Sartani Marbun, mengonfirmasi bahwa pengerahan armada laut ini difokuskan untuk memperluas radius penyisiran. Petugas menyisir koordinat-koordinat yang diperkirakan menjadi jalur lintas speedboat yang ditumpangi rombongan.

“Penyisiran kami perluas dengan mempertimbangkan dinamika cuaca di Selat Sunda, pergerakan arus laut, serta koordinat terakhir sebelum komunikasi terputus,” jelas Erick dalam pernyataan tertulisnya.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Isawandari Yuyun, menyatakan bahwa operasi penyelamatan ini dilakukan secara sinergis bersama Tim SAR gabungan dan Basarnas. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memaksimalkan efisiensi pencarian di medan perairan yang menantang.

“Fokus kami saat ini adalah penyelamatan. Kami mengerahkan seluruh personel dan sarana yang memadai untuk mendukung penuh operasi kemanusiaan ini,” tambah Yuni. Polda Lampung juga meminta masyarakat pesisir dan nelayan setempat untuk segera melapor jika menemukan puing atau tanda-tanda keberadaan kapal.

Sebagai informasi, kapal cepat tersebut mengangkut delapan orang, yang terdiri dari tiga kru lokal dan lima jurnalis nasional maupun asing. Kru kapal yang bertugas adalah Warta selaku kapten, Surakman selaku ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu jalan. Sementara itu, jurnalis yang dilaporkan hilang meliputi pewarta foto LKBN ANTARA M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Exit mobile version