Penanganan kebakaran hebat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, masih terus diupayakan secara intensif. Hingga kini, kepulan asap tebal yang menyelimuti kawasan sekitar memaksa sedikitnya 105 warga Dusun Sulurejo, Desa Plesungan, Kabupaten Karanganyar, untuk mengungsi ke GOR UTP Desa Plesungan demi menghindari risiko gangguan pernapasan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi berjalan beriringan dengan operasi pemadaman di lapangan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mengamankan warga sekaligus memutus titik api yang masih tersisa.
Berdasarkan laporan terkini, area terdampak kebakaran di TPA Putri Cempo sudah mulai menyusut. Blok C dan Blok D telah dinyatakan aman dari api. Kendati demikian, petugas masih harus bekerja keras menjinakkan si jago merah di Blok B, terutama di area yang berdekatan dengan jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Pemadaman di titik ini ditargetkan rampung dalam waktu sepekan ke depan.
Strategi pemadaman darat dioptimalkan menggunakan metode injeksi dan penyemprotan air secara langsung untuk menjangkau bara api di lapisan dalam gunungan sampah. Pasokan air disokong dari fasilitas hidran Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan penambahan armada tandon air guna menjaga kelancaran suplai.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi lintas daerah, mulai dari pemadam kebakaran se-Solo Raya, Semarang, hingga Cilacap, didukung penuh oleh jajaran TNI, Polri, serta para relawan. Kendati menghadapi kendala teknis seperti selang pemadam yang bocor, sinergi tim gabungan tetap berjalan solid.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, BNPB bersama BMKG tengah mengkaji peluang penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan buatan di atas area TPA Putri Cempo, dengan mengamati potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

