Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, untuk menjaga kualitas jurnalisme di tengah situasi darurat. Menyusul peningkatan status siaga Gunung Anak Krakatau, media diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang akurat, terverifikasi, serta berimbang guna menghindari kepanikan massal di masyarakat.
Anggota KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, menyatakan bahwa peran media elektronik sangat krusial dalam menyajikan fakta kebencanaan. Ia menegaskan agar lembaga penyiaran menjauhkan diri dari praktik jurnalisme yang mengutamakan sensasi atau drama visual. Sebaliknya, fokus utama harus diarahkan pada keselamatan publik dan konsistensi informasi.
“Masyarakat membutuhkan kepastian informasi yang konsisten saat menghadapi situasi darurat, bukan sekadar gimmick pemberitaan yang tidak perlu,” ujar Hasrul. Ia juga mengingatkan agar setiap redaksi berita selalu merujuk pada otoritas resmi penanganan bencana—seperti BMKG, BNPB, dan PVMBG—agar informasi yang disampaikan sepenuhnya dapat dipertanggungjawabkan.
Sesuai dengan ketentuan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI, aspek perlindungan terhadap korban bencana juga wajib diperhatikan. Proses peliputan di lapangan tidak boleh menambah beban psikologis atau trauma korban. KPI melarang keras adanya eksploitasi visual yang memperlihatkan kepedihan mendalam secara berlebihan, serta meminta jurnalis tidak mengganggu jalannya proses tanggap darurat di lokasi kejadian.
Mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api pasifik (Ring of Fire), edukasi mitigasi bencana menjadi elemen penting yang harus diselipkan dalam siaran. Pemanfaatan teknologi deteksi dini dan penyebaran konten edukatif dinilai efektif menekan risiko fatalitas akibat bencana alam.
Di era gempuran hoaks media sosial, momentum bencana ini menjadi pembuktian bagi televisi dan radio untuk menegaskan kembali fungsi mereka sebagai media massa konvensional yang paling tepercaya dan dapat diandalkan dalam situasi krisis.

