Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia tengah mengalami peningkatan signifikan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa sedikitnya enam gunung api di tanah air kini berstatus Level III atau Siaga. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Gunung Anak Krakatau, yang erupsinya berdampak langsung pada kelancaran sektor transportasi udara.
Erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik yang meluas hingga ke lima provinsi besar, meliputi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 dan pantauan visual, abu bergerak di atmosfer dan mengganggu ruang udara penerbangan. Akibatnya, delapan bandara penting terpaksa ditutup sementara demi keselamatan penerbangan, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, hingga Radin Inten II di Lampung.
Selain Anak Krakatau, lima gunung api aktif lainnya juga menunjukkan gejolak yang tidak kalah mengkhawatirkan:
- Gunung Sinabung: Berlokasi di Sumatra Utara, status gunung ini naik menjadi Siaga seiring munculnya asap kawah tebal setinggi 500 meter dari puncak.
- Gunung Semeru: Di Jawa Timur, Semeru kembali mengalami erupsi terekam seismograf, memuntahkan abu vulkanik dan memperkuat status Siaganya sejak awal pekan.
- Gunung Lewotobi Laki-laki: Terletak di Nusa Tenggara Timur, gunung ini terus menunjukkan keaktifan dengan kolom abu tebal yang mencapai ketinggian 800 meter mengarah ke barat.
- Gunung Ili Lewotolok: Masih di wilayah NTT, letusan terus terjadi dengan menyemburkan abu setinggi 500 meter diiringi gempa letusan berdurasi puluhan detik.
- Gunung Ibu: Berada di Maluku Utara, gunung ini tetap mempertahankan aktivitas vulkanis tinggi di level Siaga dengan letusan abu vulkanik terbaru setinggi setengah kilometer.
Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, menghindari zona bahaya yang direkomendasikan oleh PVMBG, serta terus memantau perkembangan informasi terkini melalui aplikasi resmi pemerintah guna meminimalisir risiko bencana alam ini.

