Site icon Media KotaKita

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan di Ambon dan Surabaya, Ratusan Penumpang Terdampak

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu dampak besar bagi sektor transportasi udara di Indonesia. Akibat sebaran abu vulkanik yang membahayakan keselamatan penerbangan, ratusan penumpang di Bandara Pattimura Ambon dan Bandara Internasional Juanda Surabaya terpaksa menunda perjalanan mereka setelah puluhan jadwal penerbangan dibatalkan secara mendadak.

Di Bandara Pattimura Ambon, tercatat sedikitnya 875 calon penumpang rute Ambon-Jakarta gagal mengudara. Langkah penutupan sementara rute ini diambil demi keselamatan operasional penerbangan. Kepala Divisi Operasional Service dan Security Bandara Pattimura, Ida Made Dwipayana, mengonfirmasi bahwa penutupan jalur Ambon-Jakarta dilakukan secara selektif, sementara rute domestik lainnya seperti menuju Makassar dan Papua tetap berjalan normal.

Pihak maskapai penerbangan, termasuk Garuda Indonesia dan Citilink, merespons situasi darurat ini dengan menawarkan opsi refund tiket penuh atau penjadwalan ulang bagi penumpang yang terdampak. Kebijakan ini diambil mengingat ketidakpastian kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Tidak hanya di Maluku, efek domino dari erupsi Gunung Anak Krakatau juga melumpuhkan sebagian operasional di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Sebanyak 75 jadwal penerbangan dari dan menuju Surabaya terpaksa dibatalkan akibat terganggunya rotasi pesawat di beberapa bandara utama di Pulau Jawa, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa pembatalan ini merupakan langkah mitigasi guna menghindari risiko fatal akibat abu vulkanik. Guna meminimalkan kekecewaan penumpang, manajemen bandara telah mengaktifkan layanan service recovery dengan membagikan konsumsi gratis serta menyiagakan petugas tambahan di area terminal untuk memberikan informasi terkini secara berkala.

Para calon penumpang diimbau untuk selalu memperbarui status penerbangan mereka melalui saluran resmi maskapai masing-masing atau menghubungi layanan pelanggan Angkasa Pura Indonesia untuk menghindari penumpukan di bandara selama proses penyesuaian operasional ini berlangsung.

Exit mobile version