Site icon Media KotaKita

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Bandara, Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi

Erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau yang melontarkan sebaran abu vulkanik pekat berimbas signifikan terhadap sektor penerbangan nasional hingga internasional. Dampak bencana alam ini bahkan merembet pada agenda kepulangan para jemaah umrah asal Indonesia yang kini terpaksa tertahan di Arab Saudi akibat terganggunya jadwal penerbangan menuju Tanah Air.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengonfirmasi bahwa pihak kementerian telah menerjunkan tim pemantau khusus untuk mengawal kondisi seluruh jemaah di Tanah Suci. Penutupan operasional moda transportasi udara ini diambil demi keselamatan penerbangan menyusul sebaran material vulkanik yang meluas hingga ke lima provinsi vital, yaitu Banten, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

Dampak erupsi yang terjadi sejak Sabtu pagi tersebut memaksa sedikitnya delapan bandara di Indonesia menghentikan aktivitas operasional secara sementara. Dua pintu gerbang udara utama negara, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, termasuk dalam daftar fasilitas penerbangan yang terpaksa ditutup total.

“Saya sudah menginstruksikan tim di lapangan untuk memantau perkembangan situasi secara berkala. Memang terdapat sejumlah jemaah umrah kita yang mengalami penundaan kepulangan ke Indonesia,” ungkap Irfan. Tak hanya mengurus jemaah di luar negeri, Kemenhaj juga mengimbau para calon jemaah umrah yang masih berada di dalam negeri untuk menahan keberangkatan sementara waktu demi mengantisipasi penumpukan di bandara.

Kendati demikian, jalur alternatif penerbangan terus diupayakan guna mengurai kepadatan. Sebagian rombongan jemaah yang sempat tertahan akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia melalui pengalihan rute mendarat di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka.

Mengenai kondisi jemaah yang masih berada di Saudi, Menhaj memastikan keadaan mereka secara umum terpantau baik dan aman. Beberapa maskapai penerbangan terbukti bertanggung jawab dengan memberikan kompensasi berupa akomodasi penginapan hotel. Meski terdapat dinamika fasilitas dari pihak penerbangan, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus mengawal pemenuhan kebutuhan dasar dan kepastian jadwal pulang seluruh jemaah Indonesia.

Exit mobile version