Site icon Media KotaKita

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: 8 Bandara Lumpuh dan Jakarta Gelar PJJ

Jakarta — Letusan kuat Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda memicu dampak berantai yang sangat masif di lima provinsi sekaligus. Hujan abu vulkanik tebal terpantau meluas hingga menjangkau wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Kondisi darurat ini memaksa pemerintah mengambil langkah cepat demi keselamatan masyarakat serta keamanan penerbangan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih berada dalam tren tinggi. Kepala PVMBG, Rita Susilawati, menjelaskan bahwa suara dentuman keras yang sempat terdengar di sebagian wilayah Jawa Barat bersumber dari muntahan material Krakatau. Fenomena gelombang suara ini menyerupai karakteristik letusan dahsyat Gunung Kelud pada tahun 2014 lalu.

Dampak paling fatal terjadi pada lalu lintas udara. Sebaran abu vulkanik yang membubung tinggi hingga ketinggian 50.000 kaki dinilai sangat membahayakan mesin pesawat. Akibatnya, sedikitnya delapan bandara ditutup sementara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Husein Sastranegara.

Guna meminimalkan potensi kekacauan jadwal penerbangan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah menyiapkan tiga bandara alternatif untuk pengalihan pendaratan, yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Ahmad Yani di Semarang, serta Juanda di Surabaya.

Tidak hanya menargetkan sektor transportasi, ancaman polusi udara akibat partikel abu vulkanik juga berdampak langsung pada sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung resmi mengalihkan kegiatan sekolah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk semua tingkat pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.

Langkah preventif serupa diterapkan oleh Dinas Pendidikan di wilayah Tangerang untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan para siswa. Hingga kini, otoritas mengimbau publik untuk tetap tenang dan selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengingat status Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level III (Siaga).

Exit mobile version