Balaraja, Tangerang – Sebuah insiden kebakaran hebat meluluhlantakkan kompleks pabrik PT Technoplastika Prima Perdana di Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu (6/9). Kobaran api yang berkobar dahsyat ini dilaporkan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp10 miliar.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 12.08 WIB. Saksi mata dan laporan awal mengindikasikan bahwa api dengan cepat menjalar dan melahap tiga bangunan utama pabrik yang memiliki total luas area sekitar 12.000 meter persegi. Hingga lebih dari 10 jam pasca-kejadian, Minggu malam, tim pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang masih berjuang keras untuk mengendalikan amukan si jago merah yang tak kunjung padam.
Komandan Peleton (Danton) BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman menghadapi sejumlah tantangan berat. “Proses pemadaman sudah berlangsung kurang lebih 10 jam. Saat ini kami berupaya mengendalikan api sebelum melangkah ke proses pendinginan dan sterilisasi area,” jelas Amirudin di lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa kecepatan angin yang kencang menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penyebaran api, membuat percikan-percikan api sempat mendekati area permukiman warga. Untungnya, respons cepat dari unit TNI dan aparat kabupaten berhasil mem-backup area perumahan, sehingga dampak ke warga dapat diminimalisir.
Selain faktor angin, sulitnya akses menuju sumber air juga menjadi kendala signifikan bagi petugas di lapangan. Pemandangan di lokasi kejadian menunjukkan sejumlah struktur bangunan pabrik yang roboh dan hangus. Beberapa kali, suara ledakan juga terdengar dari dalam area pabrik, mengindikasikan material yang mudah terbakar di dalamnya. Skala kebakaran yang masif ini menuntut pengerahan sumber daya yang tidak sedikit. BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan total 13 unit mobil pemadam kebakaran, termasuk satu unit tambahan dari Pos Legok, serta sekitar 75 personel pemadam kebakaran yang berjuang tanpa henti.
Meskipun dampak material sangat besar dan proses pemadaman berlangsung dramatis, hal paling melegakan adalah konfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Petugas masih terus berada di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan area aman dari potensi bahaya lebih lanjut. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keamanan yang ketat, terutama di fasilitas industri yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar, demi mencegah kerugian serupa di masa mendatang.

