JAKARTA – Polda Metro Jaya bergerak cepat mengantisipasi dampak buruk sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai menyelimuti wilayah Jabodetabek. Guna meminimalisasi risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat, aparat kepolisian mengerahkan sejumlah armada kendaraan taktis, termasuk Armored Water Cannon (AWC), untuk melakukan penyemprotan massal di berbagai ruas jalan protokol.
Langkah taktis ini diinisiasi oleh Satuan Brimob bersama Direktorat Samapta Polda Metro Jaya. Proses penyemprotan air difokuskan pada pembersihan sisa-sisa debu vulkanik yang menempel di aspal agar tidak kembali beterbangan dan mengotori udara saat dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Wilayah operasi penyemprotan ini tidak hanya terbatas di ibu kota Jakarta saja. Petugas di lapangan juga menyisir kawasan penyangga, mulai dari Tangerang Selatan hingga Kabupaten Bekasi. Dengan membasahi permukaan jalan secara merata, endapan abu vulkanik yang halus dapat segera dilarutkan ke saluran pembuangan, sehingga menekan indeks polusi udara secara signifikan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pengerahan personel dan armada AWC ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan optimal bagi kesehatan masyarakat di tengah situasi darurat lingkungan.
“Personel kami siagakan penuh untuk membantu masyarakat. Kami mengimbau warga agar tetap tenang, selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kesehatan fisik, serta senantiasa mematuhi arahan resmi dari petugas di lapangan,” ujar Budi Hermanto dalam keterangan tertulisnya.
Selain melakukan penyemprotan jalan, para personel polisi yang bertugas juga aktif membagikan imbauan kesehatan secara langsung kepada pengguna jalan. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel dan fasilitas pendukung akan terus dipertahankan hingga kondisi udara di wilayah Jabodetabek kembali normal dan aman dari paparan material erupsi.

