Site icon Media KotaKita

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Operasional Bandara Soekarno-Hatta, Puluhan Penerbangan Terdampak

Tangerang — Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengalami kelumpuhan sementara pada Minggu dini hari. Penutupan operasional ini dipicu oleh sebaran material abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda yang merangsek hingga ke area dan ruang udara bandara.

Keputusan penghentian sementara operasional penerbangan diterbitkan secara resmi melalui Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3341/26. Langkah krusial ini diambil demi menjamin keselamatan penerbangan dari risiko kerusakan mesin akibat paparan partikel abu vulkanik yang tajam.

Sejak diberlakukan mulai pukul 01.30 WIB, penutupan ini menyebabkan penumpukan calon penumpang di area dalam terminal. Di area luar Terminal 3 Bandara Soetta, butiran abu vulkanik tampak menyelimuti lantai sehingga memaksa petugas kebersihan bekerja ekstra untuk menyapu area tersebut.

Berdasarkan data pemantauan, terdapat sedikitnya 33 penerbangan nasional dan internasional yang terdampak langsung oleh bencana alam ini. Pada sektor internasional, tercatat 16 penerbangan dibatalkan, 7 mengalami penundaan (delay), dan 5 penerbangan dijadwalkan ulang. Rute mancanegara yang terganggu mencakup rute menuju Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), serta Kuala Lumpur (KUL).

Sementara itu, pada sektor penerbangan domestik, ada 4 rute yang dibatalkan dan 1 penerbangan terpaksa dialihkan. Rute domestik yang paling terdampak antara lain penerbangan dari dan menuju Lampung (TKG), Denpasar (DPS), serta Surabaya (SUB).

Menanggapi situasi ini, sejumlah calon penumpang mengaku pasrah meski jadwal mereka berantakan. Wulan Sari, seorang penumpang tujuan Singapura, mengungkapkan bahwa penerbangannya dibatalkan. Beruntung, pihak maskapai memfasilitasi penanganan penundaan ini dengan memberikan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian dana tiket (refund) hingga 100 persen.

Penumpang lain, Hadrianto, menilai penutupan operasional bandara merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, ancaman abu vulkanik sangat membahayakan keselamatan jiwa sehingga penundaan penerbangan sangat wajar dilakukan demi keamanan bersama.

Pihak pengelola Bandara Soetta mengingatkan seluruh calon penumpang untuk selalu memeriksa status jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai penerbangan masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Informasi kedaruratan lebih lanjut dapat diakses melalui layanan contact center InJourney Airports di nomor 172.

Exit mobile version