Site icon Media KotaKita

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: 5 Bandara Utama Ditutup Sementara Demi Keselamatan Penerbangan

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali melumpuhkan sejumlah jalur transportasi udara di Indonesia. Akibat sebaran abu vulkanik yang meluas sejak Jumat malam, setidaknya lima bandara utama ditutup sementara pada Minggu siang. Langkah tegas ini diambil oleh pihak otoritas demi mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh aktivitas penerbangan dari ancaman bahaya abu vulkanik yang dapat merusak mesin pesawat.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa penutupan penerbangan dilakukan secara bertahap mengikuti pergerakan angin dan sebaran abu. Fasilitas penerbangan yang terdampak mencakup Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Raden Inten II Lampung, Budiarto Curug, hingga lapangan terbang Pondok Cabe. Penutupan darurat ini berlangsung beberapa jam untuk meminimalkan risiko serius pada navigasi udara dan jarak pandang pilot.

Dampak dari penutupan ini turut memengaruhi rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dirancang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Misi yang awalnya ditargetkan lepas landas dari Pondok Cabe guna menekan konsentrasi debu di atmosfer harus digeser ke lokasi alternatif, seperti Bandara Husein Sastranegara atau pangkalan penerbangan lain yang tidak terpapar material erupsi.

Saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, dan BMKG terus melakukan pemantauan ketat melalui citra satelit dan pengamatan lapangan. Evaluasi situasi akan terus diperbarui secara berkala untuk menentukan pembukaan kembali koridor penerbangan secara aman.

Para calon penumpang diimbau untuk terus memantau pembaruan status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing. Penyesuaian jadwal maupun pembatalan rute berpotensi tetap terjadi selama aktivitas Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya stabil.

Exit mobile version