Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami lumpuh sementara akibat paparan abu vulkanik dari erupsi aktif Gunung Anak Krakatau. Penutupan wilayah udara ini terpaksa dilakukan demi keselamatan penerbangan sejak dini hari hingga pukul 09.30 WIB pada Minggu pagi. Dampaknya, ratusan jadwal penerbangan terganggu dan ribuan calon penumpang terpaksa telantar di area terminal bandara.
Berdasarkan pantauan di Terminal 3 Bandara Soetta, tumpukan calon penumpang terlihat memadati area sekitar konter check-in. Karena keterbatasan fasilitas kursi tunggu yang terisi penuh, sejumlah penumpang bahkan terpaksa duduk di lantai menunggu kepastian keberangkatan mereka. Melalui pengeras suara, pihak otoritas bandara terus mengimbau agar para penumpang tetap tenang sembari menanti perkembangan situasi lebih lanjut.
Salah satu calon penumpang tujuan Kuala Lumpur, Randi (29), mengaku sangat kecewa lantaran jadwal penerbangannya yang semula dijadwalkan pukul 11.00 WIB terpaksa dibatalkan. “Hingga kini status penerbangan kami masih belum jelas. Kami hanya diminta menunggu perkembangan setelah pukul 09.30 WIB,” ujarnya dengan nada pasrah saat ditemui di lokasi.
Keputusan penutupan sementara ini merujuk pada NOTAM (Notice to Airmen) Nomor A3341/26 yang kemudian diperpanjang melalui NOTAM Nomor A3344/26. Langkah darurat ini diambil setelah hasil pengujian lapangan (paper test) yang dilakukan oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta menunjukkan indikasi kuat adanya sebaran abu vulkanik berbahaya di ruang udara bandara.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengonfirmasi bahwa sedikitnya ada 209 pergerakan pesawat yang terdampak langsung oleh kebijakan penutupan ini. Meski demikian, pihak pengelola bandara memastikan bahwa seluruh armada pesawat yang sedang parkir atau Remain Over Night (RON) sebanyak 170 unit di area apron dalam kondisi aman terkendali.
Otoritas penerbangan akan terus mengevaluasi kondisi udara secara berkala. Penumpang diimbau untuk selalu memeriksa status penerbangan mereka melalui maskapai masing-masing sebelum menuju ke bandara guna menghindari penumpukan yang lebih parah.

