Site icon Media KotaKita

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Abu Vulkanik Selimuti Jakarta Hingga Bengkulu, Bandara Soetta Terganggu

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam kini berdampak signifikan pada ruang udara di sebagian wilayah Indonesia. Berdasarkan pantauan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik dilaporkan telah meluas dan menjangkau wilayah Bengkulu hingga DKI Jakarta pada Minggu pagi. Fenomena ini memicu kewaspadaan tinggi, khususnya bagi sektor transportasi udara dan aktivitas publik.

BMKG mengidentifikasi adanya dua klaster utama sebaran debu vulkanik tersebut. Analisis ini diperoleh berdasarkan data dari PVMBG, VAAC Darwin, serta pencitraan satelit RGB Himawari-9. Klaster pertama terpantau bergerak ke arah timur laut hingga selatan, meliputi wilayah Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan area perairan sekitarnya dengan ketinggian kepulan mencapai 20.000 kaki di atmosfer.

Dampak sebaran abu vulkanik ini pun mulai dirasakan oleh warga di kawasan Jabodetabek. Melalui media sosial, sejumlah netizen melaporkan adanya lapisan abu tipis yang menempel di kendaraan dan teras rumah di wilayah Ciledug, Jagakarsa, hingga area pusat Jakarta. Akibat paparan debu yang cukup pekat di udara, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta bahkan sempat ditutup sementara hingga Minggu pagi pukul 09.30 WIB, memicu penundaan dan pengalihan sejumlah jadwal penerbangan.

Sementara itu, klaster kedua menyebar ke arah barat daya hingga barat laut dengan jangkauan ketinggian yang lebih tinggi, yakni mencapai 50.000 kaki. Area sebarannya meliputi sebagian Banten, Selat Sunda bagian selatan, Lampung, Bengkulu, hingga Samudra Hindia.

Di wilayah Sumatra, abu vulkanik dilaporkan mulai menyelimuti jalan-jalan protokol di Kota Bandar Lampung. Menanggapi situasi ini, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, segera mengerahkan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan air di jalanan guna membersihkan debu yang dapat membahayakan pengguna jalan. Masyarakat setempat juga diimbau untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan pernapasan.

Exit mobile version