Site icon Media KotaKita

Bandara Soetta Terdampak Abu Vulkanik, KAI Operasikan Kereta Tambahan ke Jakarta

Yogyakarta — Imbas erupsi Gunung Anak Krakatau yang melontarkan abu vulkanik hingga menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah cepat. KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta secara resmi mengoperasikan perjalanan kereta api tambahan menuju Jakarta untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan moda transportasi darat.

Langkah taktis ini diambil demi menjamin kelancaran mobilitas masyarakat yang terdampak pembatalan dan penundaan penerbangan. Penutupan Bandara Soekarno-Hatta sendiri diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan demi keselamatan operasional udara dari bahaya material vulkanik.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa penambahan armada ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam memberikan solusi transportasi yang aman, nyaman, dan andal di tengah kondisi darurat bencana alam.

“Kami berupaya penuh hadir menjadi solusi transportasi utama bagi masyarakat yang membutuhkan akses menuju Ibu Kota dan sekitarnya saat operasional jalur udara terganggu,” ujar Feni dalam keterangan resminya.

Jadwal dan Rute Kereta Api Tambahan

Guna mengakomodasi gelombang penumpang, KAI menyiagakan dua layanan kereta api tambahan khusus relasi menuju Stasiun Gambir, Jakarta, yaitu:

1. KA Tambahan Relasi Yogyakarta – Gambir: Diberangkatkan langsung dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 18.20 WIB.

2. KA Tambahan Relasi Malang – Gambir: Diberangkatkan dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB, singgah di Stasiun Yogyakarta pada pukul 02.32 WIB, dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir pada pukul 02.37 WIB.

Imbauan Keselamatan dan Protokol Kesehatan

Mengingat sebaran paparan abu vulkanik dapat berdampak buruk bagi kesehatan, KAI mengimbau seluruh calon penumpang untuk senantiasa menjaga kondisi fisik selama dalam perjalanan. Penumpang disarankan memakai masker pelindung, kacamata, serta memastikan seluruh perbekalan makanan dan minuman tersimpan rapat.

Bagi pelanggan yang merasakan gangguan kesehatan seperti sesak napas atau iritasi mata akibat paparan abu, KAI meminta agar segera melapor kepada petugas stasiun atau kru yang bertugas di atas kereta untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Guna menghindari keraguan terkait ketersediaan tiket dan jadwal keberangkatan, masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi secara berkala melalui kanal resmi Contact Center KAI 121 atau akun media sosial terverifikasi PT KAI.

Exit mobile version