Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memastikan bahwa seluruh operasional perjalanan kereta api di wilayahnya tetap berjalan dengan aman dan lancar. Meskipun aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik di beberapa wilayah, mobilitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi massal ini dipastikan tidak mengalami kendala berarti.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa pantauan terkini menunjukkan paparan abu vulkanik belum memberikan dampak negatif terhadap sistem keselamatan perjalanan kereta. Hingga kini, seluruh jadwal keberangkatan maupun kedatangan kereta api masih beroperasi secara normal sesuai dengan jadwal yang ada.
“Keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api merupakan prioritas mutlak bagi kami. Berdasarkan hasil evaluasi komprehensif di lapangan, sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sejauh ini sama sekali tidak mengganggu jalannya operasional kereta,” tutur Franoto dalam pernyataan resminya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, PT KAI Daop 1 telah mengerahkan sejumlah petugas di berbagai titik krusial sepanjang perlintasan rel dan stasiun. Petugas lapangan ini diinstruksikan untuk melakukan pemantauan berkala secara intensif. Pengawasan tidak hanya menyasar pada infrastruktur fisik seperti rel dan persinyalan, melainkan juga memantau jarak pandang para masinis demi memastikan perjalanan tetap berada dalam koridor aman.
Selain memaksimalkan personel internal, KAI Daop 1 juga membangun koordinasi yang erat dengan berbagai instansi terkait. Langkah mitigasi ini melibatkan pemantauan berkala terhadap arah pergerakan abu vulkanik serta perkembangan status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau secara real-time.
Dengan adanya langkah antisipasi yang terukur ini, KAI mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar tidak merasa khawatir untuk bepergian menggunakan jasa kereta api. Manajemen berjanji akan langsung mengambil tindakan cepat dan darurat sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan apabila situasi di lapangan menunjukkan perubahan yang berpotensi membahayakan perjalanan.

