Site icon Media KotaKita

Sengkarut Keracunan Makan Bergizi Gratis Sidoarjo: Kepala Dapur Dipecat, Investigasi Pidana Berjalan

Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan pelajar di Sidoarjo, Jawa Timur, kini memasuki babak baru. Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat mengusut tuntas insiden pasca-konsumsi program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Hingga saat ini, proses investigasi mendalam masih terus berjalan beriringan dengan pemulihan kesehatan para korban.

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, menegaskan bahwa kepolisian dan pihak berwenang belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Fokus utama instansi saat ini adalah memastikan penanganan medis terbaik bagi ratusan korban yang terdampak. Kendati demikian, langkah tegas langsung diambil terhadap pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

Sebagai bentuk sanksi awal, BGN telah resmi menangguhkan (suspend) operasional dapur tersebut secara total. Tidak hanya itu, kepala SPPG Kalitengah juga dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai dan melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Menurut Trenggono, kepala dapur memegang tanggung jawab penuh atas ketidakpatuhan prosedur yang berujung pada insiden fatal ini.

Lebih lanjut, BGN membuka peluang adanya sanksi yang lebih berat jika investigasi menemukan bukti kelalaian yang disengaja. Jika terbukti ada unsur kesengajaan atau pelanggaran hukum yang fatal, izin operasional dapur penyedia MBG ini terancam ditutup secara permanen. Pihak BGN berkomitmen akan membawa temuan tersebut ke ranah hukum pidana jika hasil penyelidikan memenuhi unsur pelanggaran regulasi yang berlaku.

Peristiwa memprihatinkan ini bermula ketika para santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar dari 19 sekolah di wilayah Tanggulangin mengonsumsi paket menu MBG. Hidangan berupa nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis jagung muda, serta apel tersebut memicu gejala mual, muntah, hingga pusing pada Selasa (1/9) siang.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, total korban keracunan massal ini mencapai 748 orang. Beruntung, sebagian besar korban telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan, menyisakan 20 pasien yang masih harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat. Kasus ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis secara nasional agar penjaminan mutu dan higienitas makanan tetap menjadi prioritas utama.

Exit mobile version