Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat menangani dampak bencana alam yang menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasca guncangan gempa bumi pada pertengahan Agustus lalu, langkah tanggap darurat segera diambil demi menjamin hak pendidikan anak-anak di Pulau Flores tetap terpenuhi secara aman dan berkelanjutan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyiagakan 50 unit tenda ruang kelas darurat. Puluhan fasilitas ini didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak di kawasan Pulau Flores. Pemulihan sektor pendidikan ini dilakukan dengan menempatkan keselamatan serta kenyamanan para siswa dan tenaga pengajar sebagai prioritas utama.
Berdasarkan laporan inventarisasi data Kemendikdasmen, tercatat sebanyak 253 satuan pendidikan mengalami kerusakan akibat guncangan tektonik tersebut. Fasilitas yang terdampak mencakup jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB. Bencana ini melanda sedikitnya tujuh kabupaten di Flores, meliputi Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka. Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan paling parah, di mana 104 sekolah mengalami dampak langsung. Musibah ini juga membawa duka mendalam dengan gugurnya tiga warga sekolah, terdiri dari dua murid dan satu guru.
Untuk mengantisipasi risiko bahaya bangunan roboh, Kemendikdasmen menginstruksikan agar proses belajar mengajar di ruang kelas yang rusak dihentikan sementara waktu. Pembelajaran dialihkan ke area yang lebih aman, baik memanfaatkan tenda kelas darurat maupun menyesuaikan skema darurat di daerah masing-masing.
Tak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, penanganan pascabencana ini juga mencakup aspek pemulihan psikologis. Kemendikdasmen menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk menyalurkan dukungan psikososial bagi para siswa dan guru. Selain itu, guna mengatasi kendala komunikasi akibat rusaknya jaringan listrik dan telekomunikasi lokal, pemerintah turut mengerahkan unit perangkat internet satelit Starlink ke lokasi bencana.
Saat ini, tim lintas direktorat Kemendikdasmen telah diterjunkan langsung ke lapangan. Mereka bertugas melakukan verifikasi tingkat kerusakan, mempercepat asesmen kebutuhan sarana belajar, serta mengoordinasikan pemanfaatan anggaran tambahan agar aktivitas sekolah dapat segera kembali normal.

