Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih periode 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, bergerak cepat untuk menyusun jajaran kepengurusan baru. Menariknya, dalam menentukan nama-nama yang akan mengisi gerbong organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, Gus Kikin menegaskan akan tetap memegang teguh tradisi spiritual khas Nahdliyin, yakni melalui jalur ibadah istikharah.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa jajaran pengurus yang terpilih nantinya tidak hanya memiliki kompetensi unggul, melainkan juga mendapatkan rida dan petunjuk dari Allah SWT. Menurut Gus Kikin, penyusunan kabinet kerja PBNU merupakan agenda krusial yang harus segera diselesaikan agar roda organisasi dapat langsung bergerak aktif dalam melayani kebutuhan umat.
“Tradisi NU itu adalah istikharah. Jadi, hal itulah yang kami lakukan demi mendapatkan petunjuk terbaik mengenai siapa saja figur yang cocok dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas di masa depan,” ujar Gus Kikin saat melakukan kunjungan perdana ke Kantor PBNU di Jakarta Pusat, Jumat (4/9).
Gus Kikin menambahkan, jalannya program-program strategis organisasi sangat bergantung pada kesiapan formatur kepengurusan. Tanpa susunan pengurus yang definitif, aktivitas pengabdian atau khidmah kepada masyarakat tidak akan bisa berjalan secara optimal. Oleh karena itu, ia menargetkan pembentukan pengurus ini selesai dalam waktu dekat.
Dalam kunjungan perdananya tersebut, Gus Kikin menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para staf, karyawan, serta meninjau ruang kerja yang akan digunakannya selama menjabat. Kehadirannya disambut hangat oleh seluruh keluarga besar sekretariat PBNU.
Sebagai informasi, Gus Kikin resmi terpilih memimpin PBNU setelah meraih dukungan mayoritas sebanyak 472 suara pada Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Ia bersanding dengan KH Miftahul Achyar yang kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah yang sama.

