Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan meluncurkan erupsi menerus disertai suara dentuman dan gemuruh yang kuat. Menanggapi situasi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, khususnya di pesisir Banten dan Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu didera kepanikan berlebih.
Aktivitas vulkanik yang berpusat di Kabupaten Lampung Selatan ini terpantau memuntahkan material pijar yang membentuk fenomena visual lava fountain (air mancur lava) yang menyala terang di malam hari. Tingginya energi letusan bahkan membuat kamera pemantau (CCTV) di lapangan tidak berfungsi akibat terhantam lontaran material vulkanik panas. Dari sisi kegempaan, terekam satu kali gempa letusan dengan amplitudo mencapai 70 milimeter dan durasi hingga 21.600 detik.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III (Siaga). Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan agar masyarakat, nelayan, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman 3 kilometer dari kawah aktif.
Trauma masa lalu terkait tsunami dahsyat pada 22 Desember 2018 memang membayangi warga pesisir Selat Sunda. Namun, PVMBG menegaskan bahwa kondisi saat ini berbeda. Berdasarkan evaluasi morfologi terbaru, volume tubuh Gunung Anak Krakatau yang tumbuh pasca-tsunami 2018 masih tergolong kecil. Oleh karena itu, potensi runtuhnya dinding gunung yang dapat memicu gelombang tsunami berskala besar dinyatakan sangat kecil.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan tiga langkah taktis untuk mengantisipasi skenario terburuk. Pertama, patroli ketat di zona merah guna memastikan tidak ada aktivitas warga. Kedua, mematangkan rencana kontinjensi termasuk kesiapan jalur evakuasi, titik kumpul, dan alat komunikasi darurat. Ketiga, menepis segala informasi tidak resmi (hoaks) yang kerap beredar liar pasca-erupsi.
Pemerintah daerah bersama BPBD dipastikan terus bersiaga penuh. Warga diharapkan hanya memercayai laporan berkala dari lembaga tepercaya seperti PVMBG, BMKG, dan BNPB guna menjaga situasi tetap kondusif.

