Site icon Media KotaKita

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dahsyat Semburkan Lava Fountain, Radius 3 Km Disterilkan

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali meningkat tajam. Sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, gunung api aktif ini dilaporkan mengalami erupsi menerus. Fenomena alam ini menyajikan pemandangan menakjubkan sekaligus menegangkan berupa semburan magma merah menyala yang membentuk lava fountain (air mancur lava), disertai suara gemuruh yang menggetarkan beberapa wilayah sekitarnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa status Gunung Anak Krakatau saat ini bertahan pada Level III (Siaga). Suara dentuman keras dan getaran halus akibat letusan ini bahkan dilaporkan terdengar hingga ke pesisir Banten, Lampung, hingga sebagian wilayah Jawa Barat.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa rangkaian erupsi intensif ini berlangsung mulai pukul 23.07 WIB hingga dini hari pukul 04.40 WIB. Berdasarkan pengamatan dari Pos PGA Pasauran di Serang, Banten, dan Pos PGA Kalianda di Lampung Selatan, aliran lava pijar terus keluar ke permukaan secara konstan.

“Erupsi yang berasosiasi dengan lava fountain ini merupakan karakteristik umum dari gunung api yang sedang aktif. Aliran lava pijar yang keluar disertai dengan lontaran material panas menjadi ancaman utama di sekitar puncak saat ini,” ungkap Lana dalam keterangan resminya.

Meskipun aktivitas vulkanik ini cukup intens, pihak berwenang memastikan bahwa struktur tubuh Anak Krakatau yang tumbuh pasca-kolaps tahun 2018 masih relatif kecil. Oleh karena itu, potensi terjadinya longsoran besar yang dapat memicu gelombang tsunami seperti beberapa tahun silam dinilai sangat rendah.

Kendati demikian, demi keselamatan bersama, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat. Masyarakat, nelayan, maupun wisatawan dilarang keras mendekati kawasan aktif dalam radius 3 kilometer dari kawah utama karena bahaya lontaran batu pijar dan awan panas.

Pemerintah juga mengimbau warga di sepanjang pesisir pantai Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak panik. Aktivitas harian warga dapat berjalan seperti biasa dengan tetap memantau koordinasi dan instruksi resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Exit mobile version