Site icon Media KotaKita

Buntut Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo, BGN Minta Maaf dan Copot Kepala Dapur

Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, memicu reaksi cepat dari Badan Gizi Nasional (BGN). Instansi pemerintah tersebut secara resmi melayangkan permohonan maaf terkait insiden fatal yang bersumber dari program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak lebih dari 740 santri dilaporkan mengalami gejala medis usai menyantap hidangan yang disediakan oleh pihak pengelola dapur.

Wakil Ketua BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, turun langsung ke lokasi kejadian untuk menemui Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, KH Abdul Wahid Harun. Dalam pertemuan tersebut, Trenggono mengakui adanya kelalaian dari petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) penyajian makanan. Sebagai langkah tegas dan bentuk pertanggungjawaban, BGN langsung menghentikan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin serta mencopot kepala dapur yang bertanggung jawab atas pengelolaan wilayah tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kelalaian petugas dalam mengoperasikan dapur sehingga memicu kejadian fatal ini. Secara regulasi, SOP yang kami miliki sebenarnya sudah sangat ketat dan memadai. Namun, insiden keracunan ini murni terjadi akibat ketidakpatuhan personil di lapangan terhadap aturan yang berlaku,” tegas Trenggono saat memberikan keterangan pers di Sidoarjo.

Trenggono menambahkan bahwa penyelidikan internal masih terus berjalan. Sanksi hukum atau administratif yang lebih berat akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku jika nantinya ditemukan unsur kesengajaan di balik insiden ini. Berdasarkan data medis terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, sebagian besar dari 748 korban yang terdampak kini telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan rawat jalan, menyisakan puluhan santri yang masih mendapatkan observasi di rumah sakit.

Menu makanan penyebab keracunan massal ini diketahui terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis, serta buah apel yang dibagikan pada Selasa siang. Menyikapi kejadian ini, BGN berkomitmen untuk melakukan evaluasi total terhadap rantai pasok dan sistem pengawasan higienitas di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Indonesia demi memastikan keselamatan konsumsi para pelajar.

Exit mobile version