Site icon Media KotaKita

Bahaya Mengintai: Warga Nekat Terobos Zona Merah Gunung Sinabung Siaga

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, saat ini masih bertahan di status Siaga (Level III). Meskipun bahaya mengintai sewaktu-waktu, sejumlah warga dilaporkan masih nekat menerobos masuk ke kawasan zona merah demi memeriksa kondisi rumah serta hewan ternak mereka pada siang hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap aksi nekat warga tersebut. Menurut laporan lapangan, sebagian besar warga yang membandel berasal dari desa-desa yang berada langsung di dalam radius bahaya erupsi Sinabung.

“Kami menerima laporan bahwa beberapa warga kembali ke pemukiman pada siang hari. Padahal kawasan tersebut merupakan zona merah yang sangat berbahaya karena aktivitas vulkanik gunung bisa berubah secara fluktuatif tanpa peringatan,” ujar Tuahta.

Berdasarkan data terbaru dari BPBD, terdapat sekitar 201 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 650 jiwa dari Desa Kuta Tengah yang kini harus mengungsi ke lokasi aman di Desa Suka Tepu dan area Koperasi Desa Kelurahan/PUD. Guna mengantisipasi aksi penyusupan warga ke zona bahaya, personel gabungan dari TNI dan Polri telah dikerahkan untuk menjaga keamanan desa-desa kosong yang ditinggalkan pengungsi.

Tuahta menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghimbau masyarakat. Namun, aparat di lapangan tetap bersiaga penuh dengan armada mobilisasi jika sewaktu-waktu terjadi erupsi susulan yang memerlukan evakuasi cepat.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak hanya mengandalkan penilaian visual semata. Meskipun Gunung Sinabung tampak tenang atau hanya mengeluarkan asap tipis, ancaman bahaya tetap nyata. Penentuan status bahaya sepenuhnya merujuk pada analisis teknis dan rekomendasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Sumut telah menyalurkan 630 masker medis, mendirikan lima tenda pengungsian dari total tujuh yang disiapkan, serta menyiagakan truk evakuasi, tangki air bersih, dan fasilitas sanitasi portabel. Sebelumnya, Gunung Sinabung sempat meluncurkan kolom abu setinggi 3.500 meter pada akhir Agustus lalu, menandai erupsi pertamanya sejak tahun 2022.

Exit mobile version