Site icon Media KotaKita

Ratusan Siswa SMP di Jombang Diduga Keracunan Massal Usai Santap Makanan Bergizi Gratis

Kasus dugaan keracunan massal kembali terjadi dan menimpa dunia pendidikan. Sebanyak 256 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kabuh di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gejala keracunan yang diduga kuat bersumber dari program uji coba Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Para siswa menyantap paket makanan tersebut pada Rabu siang sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, menginjak sore hari, satu per satu siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka, dengan gejala klinis seperti mual, muntah, pusing, hingga diare akut.

Pada awalnya, gangguan kesehatan ini sempat dianggap sebagai penyakit pencernaan biasa oleh para orang tua murid. Kecurigaan baru merebak setelah pihak sekolah berinisiatif melakukan pendataan dan menemukan adanya lonjakan drastis jumlah siswa yang mengeluhkan gejala serupa secara bersamaan.

“Kejadiannya bermula sejak Rabu lalu. Awalnya masyarakat mengira hanya diare biasa, namun setelah tim kami mengumpulkan data di lapangan, ternyata jumlah korban yang terdampak sangat banyak,” jelas dr. Hexawan dalam keterangannya.

Hingga saat ini, Dinkes Jombang mencatat sedikitnya ada 256 siswa yang mengalami gejala keracunan. Dari total tersebut, tujuh siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena kondisi fisik yang sangat lemas akibat dehidrasi. Sementara itu, 74 siswa lainnya menjalani rawat jalan dan pemantauan medis di Puskesmas Kabuh serta beberapa klinik swasta setempat, seperti Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa.

Menyikapi insiden ini, pihak dinas kesehatan memprioritaskan pemulihan kondisi fisik seluruh korban. Di saat yang sama, tim investigasi kesehatan lingkungan juga telah diterjunkan ke lokasi untuk mengambil sampel sisa makanan guna melacak penyebab pasti keracunan, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan dapur, hingga proses distribusinya.

Exit mobile version