Site icon Media KotaKita

Kehadiran Arya Wedakarna di Kontes Transpuan Thailand Berbuntut Pemanggilan oleh BK DPD RI

Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (BK DPD RI) berencana memanggil salah satu anggotanya asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Langkah tegas ini diambil menyusul ramainya sorotan publik terkait kehadiran sang senator dalam sebuah acara kontes kecantikan transpuan, Miss Equality World, di Thailand baru-baru ini.

Ketua BK DPD RI, Hasby Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan dokumentasi yang beredar di media sosial. Kendati demikian, BK DPD RI memandang perlu untuk melakukan klarifikasi secara langsung demi menjaga marwah dan kehormatan lembaga legislatif negara.

Menurut Hasby, status sebagai pejabat negara selalu melekat pada diri setiap anggota DPD RI, baik dalam tugas kedinasan maupun aktivitas pribadi di ruang publik. Oleh karena itu, etika dan kepatutan harus tetap dijaga agar tidak berdampak negatif pada citra institusi. BK DPD RI akan menelusuri berbagai aspek faktual, mulai dari kapasitas kehadiran, pihak pengundang, hingga penggunaan fasilitas negara dalam acara tersebut.

Selain perihal kontes kecantikan tersebut, BK DPD RI juga menyoroti pengawalan anggota TNI yang mendampingi Arya selama berada di luar negeri. Pemeriksaan ini nantinya akan merujuk pada regulasi resmi, seperti Undang-Undang MD3, UU TNI, serta tata tertib internal DPD RI, guna memastikan tidak ada pelanggaran prosedur keamanan pejabat negara.

Di sisi lain, Arya Wedakarna telah memberikan klarifikasi bahwa kehadirannya di Thailand murni memenuhi undangan sebagai tokoh adat, budaya, dan pariwisata Hindu Bali, bukan sebagai representasi dari DPD RI. Arya menjelaskan bahwa ia diundang untuk menerima penghargaan atas kontribusinya dalam mempromosikan pariwisata Bali di kancah internasional.

Terkait polemik identitas acara yang dikaitkan dengan komunitas tertentu, Arya mengaku menghargai pihak penyelenggara demi etika hubungan internasional. Sementara mengenai keberadaan pengawal dari unsur TNI, Arya beralasan hal tersebut murni untuk proteksi diri demi mengantisipasi situasi keamanan setempat yang dinilainya cukup rawan.

Exit mobile version