Site icon Media KotaKita

Evakuasi Dramatis Orangutan Raya dan Rayu dari Kepungan Kebakaran Lahan di Sampit

Sebuah drama penyelamatan satwa liar kembali menyita perhatian publik di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Seekor induk orangutan bersama bayinya yang masih sangat kecil berhasil dievakuasi dengan selamat dari kepungan api di kawasan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Proses evakuasi berlangsung menegangkan karena kedua satwa dilindungi tersebut terjebak di pucuk pohon yang sekelilingnya telah hangus terbakar.

Penyelamatan darurat ini diinisiasi oleh tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Orangutan Foundation International (OFI). Berdasarkan pemeriksaan awal, sang induk yang diperkirakan berusia 20 tahun diberi nama Raya, sedangkan bayinya yang baru berumur satu tahun dinamai Rayu. Keduanya ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami dehidrasi akibat menghirup asap tebal.

Kejadian tragis ini bermula dari laporan warga setempat yang melihat kepulan asap di area sekitar dan mendapati keberadaan dua orangutan tersebut bertahan di satu-satunya pohon yang tersisa. Tim penyelamat harus bergerak cepat karena api terus mendekat dan mengancam keselamatan ibu dan anak tersebut. Dengan keahlian khusus, tim medis dan keeper berhasil membius sang induk dengan aman sebelum menurunkannya dari ketinggian.

Tragedi yang menimpa Raya dan Rayu ini menjadi potret nyata dari ancaman yang dihadapi oleh satwa endemik Kalimantan akibat kerusakan habitat. Karhutla yang kerap melanda wilayah Kalimantan tidak hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga memutus rantai makanan bagi satwa liar, memaksa mereka keluar dari hutan dan sering kali memicu konflik dengan manusia.

Kini, Raya dan Rayu telah dibawa ke pusat rehabilitasi terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif dan nutrisi yang cukup. Pihak BKSDA mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan jika menemukan satwa liar yang terjebak atau terluka akibat kebakaran lahan, demi menjaga kelestarian primata kebanggaan Indonesia ini dari kepunahan.

Exit mobile version