Site icon Media KotaKita

Menuju Pemda Berprestasi Kalimantan 2026: Rektor IPDN Ungkap Indikator Penilaian Objektif

Ajang penghargaan bergengsi bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan siap digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur. Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Halilul Khairi, membeberkan formula ilmiah serta indikator mendalam yang menjadi acuan utama tim penilai untuk menentukan daerah terbaik yang layak membawa pulang apresiasi tersebut.

Halilul menegaskan bahwa evaluasi ini sama sekali tidak didasarkan pada asumsi subjektif. Sebaliknya, panitia menggunakan data riil hasil kolaborasi erat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan kementerian teknis terkait. Fokus utama penilaian diarahkan pada capaian nyata sektor pelayanan publik dasar yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Empat Indikator Utama Kinerja Daerah

Menurut penjelasan Rektor IPDN, terdapat sejumlah sektor fundamental yang dievaluasi secara komprehensif, meliputi:

Halilul juga meluruskan persepsi bahwa keberadaan satu fasilitas megah di suatu wilayah otomatis menjadikannya pemenang. Sistem penilaian yang dirancang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengalkulasi akumulasi kinerja secara holistik, bukan menyoroti satu program unggulan secara parsial. Nilai akhir ditentukan dari konsistensi capaian di seluruh sektor yang diuji.

Esensi Pengakuan dan Pelayanan Publik

Lebih dari sekadar ajang perebutan trofi, Halilul mengingatkan para kepala daerah di Kalimantan bahwa penghargaan dari pemerintah pusat ini hanyalah bentuk legitimasi formal. Esensi penghargaan yang sesungguhnya berada di tangan rakyat yang merasakan langsung perbaikan layanan publik sehari-hari.

Acara yang dipusatkan di Hotel Platinum Balikpapan ini dijadwalkan dihadiri oleh jajaran gubernur, bupati, wali kota, serta unsur Forkopimda se-Kalimantan. Selain malam penganugerahan, agenda ini juga akan dirangkai dengan rapat koordinasi bersama Menko Polhukam guna memperkuat sinergi tata kelola pemerintahan demi menghadapi tantangan wilayah ke depan.

Exit mobile version