Site icon Media KotaKita

Kebakaran Hebat TPA Putri Cempo Solo: Warga Dievakuasi Akibat Asap Beracun

Peristiwa memilukan kembali melanda Kota Surakarta setelah kebakaran hebat melahap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang berlokasi di Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu malam (2/9). Kobaran api yang membubung tinggi dengan cepat menjalar dan melumat gunungan sampah di fasilitas pembuangan terbesar di wilayah Soloraya tersebut, menciptakan kepanikan di kalangan warga sekitar karena kepulan asap yang mulai menyesakkan dada.

Guna meredam amukan si jago merah, puluhan armada pemadam kebakaran gabungan dari Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar dikerahkan secara masif ke area bencana. Para petugas pemadam harus berjuang ekstra keras karena material sampah yang didominasi oleh plastik kering sangat mudah terbakar dan diduga kuat memicu akumulasi gas metana di bawah permukaan, yang membuat api sulit dipadamkan secara instan.

Dampak buruk dari kebakaran TPA Putri Cempo ini langsung dirasakan oleh masyarakat setempat. Asap pekat beracun yang terbawa tiupan angin kencang mulai mengepung pemukiman. Mengantisipasi risiko keracunan udara, Wali Kota Solo, Respati Ardi, langsung menginstruksikan evakuasi darurat bagi warga yang tinggal di kawasan terdekat. Tercatat, warga di satu wilayah Rukun Tetangga (RT) terpaksa diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman.

Sebagai langkah mitigasi darurat di bidang kesehatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo secara sigap membagikan masker pelindung kepada seluruh warga yang berada di sekitar radius bahaya kebakaran. Langkah taktis ini diambil guna meminimalkan potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang rawan terjadi akibat paparan emisi gas berbahaya dari pembakaran sampah plastik.

Hingga berita ini diturunkan, tim pemadam kebakaran masih bersiaga dan terus melakukan proses pembasahan guna menjangkau bara api yang terpendam di dalam gunungan sampah sedalam belasan meter. Tragedi ini menjadi pengingat penting akan urgensi modernisasi sistem mitigasi bencana kebakaran di wilayah pengelolaan limbah perkotaan.

Exit mobile version