Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar kini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap seorang prajuritnya yang bertugas sebagai ajudan anggota DPD RI, Arya Wedakarna (AWK). Langkah hukum ini diambil menyusul viralnya foto sang prajurit yang mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) saat mendampingi AWK dalam acara kontes kecantikan transgender, Miss Equality World, di Bangkok, Thailand.
Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendalami dugaan pelanggaran disiplin ini. Menurut Ary, prajurit bersangkutan memang telah ditugaskan secara resmi sebagai ajudan AWK sejak setahun lalu berdasarkan surat permohonan formal dari pihak DPD RI. Kendati demikian, penggunaan seragam dinas dalam acara non-formal internasional tersebut kini menjadi fokus evaluasi internal.
“Kami sedang mendalami dan mempelajari kasus yang tengah viral ini secara internal di Lanal Denpasar,” ujar Kolonel Ary Mahayasa saat memberikan keterangan di Markas Komando Lanal Denpasar. Ia menambahkan, jika dalam proses pemeriksaan ditemukan bukti pelanggaran prosedur atau kode etik militer, institusi TNI AL tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi tegas sesuai regulasi hukum yang berlaku.
Kehadiran prajurit TNI AL di ajang kontes kecantikan tersebut memicu reaksi keras dan sorotan tajam dari netizen di berbagai platform media sosial. Banyak pihak mempertanyakan kepantasan seorang prajurit aktif berseragam dinas mendampingi pejabat dalam acara kontes kecantikan kelompok transgender di luar negeri.
Di sisi lain, Arya Wedakarna memberikan klarifikasi terkait kehadirannya dalam acara tersebut. AWK menyatakan bahwa kunjungannya ke Thailand bukan dalam kapasitas sebagai pejabat negara DPD RI, melainkan sebagai tokoh pariwisata asal Bali. Ia juga mengklaim tidak mengetahui secara detail mengenai konsep acara Miss Equality World tersebut.
AWK menjelaskan bahwa ia hadir murni untuk menerima penghargaan kepariwisataan dan langsung meninggalkan lokasi setelah prosesi penerimaan selesai. “Mengenai kontes kecantikan tersebut, saya pribadi kurang memahaminya karena tampaknya itu bagian dari rangkaian acara global. Kehadiran saya di sana murni untuk menerima penghargaan,” pungkas AWK.

