Site icon Media KotaKita

Tragis! Ojol Lansia di Bandung Babak Belur Dikeroyok Pemuda Mabuk Pakai Besi

Aksi kekerasan jalanan kembali meresahkan warga Kota Bandung. Kali ini, seorang pengemudi ojek online (ojol) lanjut usia, Kuswara Iskandar (61), menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pemuda yang sedang mabuk. Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan Simpang Otista-Sudirman, Astanaanyar, Kota Bandung, pada Selasa dini hari saat korban tengah berjuang mencari nafkah mengantarkan penumpang.

Akibat penganiayaan sadis tersebut, korban mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Kapolsek Astanaanyar, Kompol Fetrizal, mengungkapkan bahwa Kuswara menderita luka robek di wajah, cedera pada hidung, serta pembengkakan serius di tangan kanan akibat hantaman tongkat besi yang digunakan oleh para pelaku.

Kronologi kejadian bermula saat korban tengah melintas di persimpangan jalan dan berpapasan dengan sebuah motor yang dinaiki tiga pemuda secara berboncengan. Ketiga pelaku, yang kemudian diidentifikasi sebagai Aldi Gunawan (29), Reza Gunawan (22), dan Rizki Ananda (21), nekat menerobos lampu merah dalam kondisi mabuk berat akibat pengaruh minuman keras.

Tindakan ugal-ugalan para pelaku hampir saja memicu kecelakaan dan menyenggol motor korban. Spontan, Kuswara yang merasa terancam keselamatannya melontarkan umpatan kekesalan. Tak terima ditegur, ketiga pemuda tersebut langsung mengejar korban, memaksanya menepi, dan langsung melakukan pengeroyokan membabi buta menggunakan senjata besi.

Beruntung, aksi kekerasan di jalan raya ini segera diketahui oleh warga sekitar dan pengemudi ojol lainnya yang berada di lokasi. Mereka langsung melerai keributan tersebut. Petugas kepolisian yang sedang berpatroli dengan sigap langsung mengamankan ketiga pelaku sebelum menjadi sasaran amuk massa yang geram.

Saat ini, ketiga pelaku telah ditahan di Mapolsek Astanaanyar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kompol Fetrizal menambahkan bahwa dari hasil tes urine dan pemeriksaan sementara, salah satu pelaku juga terbukti mengonsumsi obat-obatan keras terlarang secara ilegal. Kasus ini menjadi alarm keras bagi aparat keamanan untuk lebih mengintensifkan patroli malam guna mencegah kriminalitas jalanan akibat pengaruh miras dan narkoba.

Exit mobile version