Site icon Media KotaKita

Polisi Bekuk 3 Perusak CCTV Demo DPR, Pramono Anung Pastikan Fasilitas Publik Pulih

Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya bergerak cepat mengusut tuntas aksi anarkis yang mewarnai aksi unjuk rasa pada 27 Agustus lalu. Terbaru, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil membekuk tiga orang terduga pelaku perusakan kamera pengawas (CCTV) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi penangkapan tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta. Menurutnya, penangkapan dilakukan secara bertahap sejak malam hari hingga pagi hari berikutnya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menindak tegas siapa pun yang merusak fasilitas umum demi ketertiban bersama.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ketiga pelaku terbukti memiliki peran aktif dalam aksi perusakan CCTV yang terpasang di area strategis depan Gedung DPR/MPR RI. Lokasi tersebut memang menjadi salah satu titik konsentrasi massa paling intens saat kericuhan pecah beberapa waktu lalu.

Penyelidikan Motif dan Peran Pelaku

Hingga saat ini, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ketiga terduga pelaku. Polisi tengah mendalami motif di balik tindakan nekat tersebut, serta mencari tahu apakah ada aktor intelektual yang menginstruksikan perusakan fasilitas pemantau keamanan ini.

Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan kasus ini kepada publik dan media secara transparan.

Pemprov DKI Bergerak Cepat Pulihkan Fasilitas Publik

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab tersebut. Kerusakan fasilitas umum tidak hanya merugikan anggaran daerah, tetapi juga mengganggu sistem keamanan dan pemantauan kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa seluruh fasilitas publik yang rusak akibat kericuhan kini telah pulih total. Ia bergerak cepat dengan langsung menginstruksikan jajarannya untuk memperbaiki infrastruktur yang terdampak, termasuk halte transportasi publik hingga jaringan kamera pemantau.

Pramono menegaskan bahwa kenyamanan dan mobilitas warga Jakarta tidak boleh terganggu oleh tindakan vandalisme tersebut. Kini, seluruh sistem CCTV dan transportasi di kawasan terdampak sudah berfungsi normal kembali.

Exit mobile version