Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, berakhir ricuh. Insiden yang terjadi pada Selasa malam ini mengakibatkan enam mahasiswa mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Hempri Suyatna, mengonfirmasi bahwa korban luka terdiri dari lima mahasiswa UGM dan satu mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Berdasarkan pemeriksaan medis, para korban mengalami luka fisik bervariasi, mulai dari memar di pelipis, luka robek di jidat dan bibir, hingga trauma psikis serta sesak napas.
Menurut keterangan pihak kampus, para mahasiswa tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. “Informasi dari mahasiswa, mereka tiba-tiba diserang dan dipukul saat sedang berjalan,” ujar Hempri saat memberikan keterangan pers di Balairung UGM.
Hempri menyayangkan terjadinya aksi kekerasan ini. Ia menjelaskan bahwa jalannya unjuk rasa sebenarnya terpantau kondusif sejak sore hari. Namun, situasi mulai memanas sekitar pukul 19.00 WIB akibat adanya provokasi dari kelompok luar. Puncaknya terjadi pada pukul 22.00 WIB, di mana para mahasiswa dipukul mundur secara represif oleh kelompok massa tertentu.
Di sisi lain, pihak kepolisian memberikan penjelasan berbeda mengenai pemicu kericuhan. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara peserta aksi dan warga setempat. Penutupan jalan hingga malam hari dinilai mengganggu aktivitas dan mobilitas warga sekitar.
“Terjadi aksi saling dorong karena kesalahpahaman tersebut, yang membuat peserta aksi panik, terjatuh, dan mengalami luka ringan,” jelas Ihsan. Selain mahasiswa yang terluka, kepolisian juga melaporkan adanya satu personel polisi yang terkena semprotan cairan diduga merica saat berupaya mengamankan situasi.
Aksi demonstrasi akhirnya benar-benar bubar setelah massa didorong ke arah Jalan Cik Di Tiro sekitar pukul 22.15 WIB. Kendati sempat mencekam, pihak kepolisian mengeklaim bahwa situasi secara umum pascabentrokan telah kembali kondusif.

