Site icon Media KotaKita

Kasus Keracunan Massal MBG di Sidoarjo Meluas, 566 Orang Jadi Korban

Kasus dugaan keracunan massal pascamengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus meluas. Hingga Rabu (2/9), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mencatat jumlah korban melonjak drastis hingga mencapai 566 orang. Sebagian besar korban merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, serta siswa dari belasan lembaga pendidikan di sekitarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengonfirmasi lonjakan data tersebut yang merupakan akumulasi dari temuan kasus awal dan laporan baru di lapangan. Meskipun jumlahnya sangat besar, Lakhsmie memastikan bahwa sebagian besar korban telah berangsur pulih. Sebanyak 470 korban yang kondisinya membaik sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis intensif.

Namun, sebanyak 88 pasien hingga kini masih menjalani rawat inap di sembilan rumah sakit rujukan yang telah disiagakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Beberapa fasilitas kesehatan tersebut di antaranya RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, dan RS Siti Hajar. Dinkes Sidoarjo menegaskan kondisi klinis para pasien yang dirawat saat ini dalam keadaan stabil dan tidak memerlukan perawatan khusus di ruang intensif.

Guna merespons cepat situasi darurat ini, Dinkes Sidoarjo segera mengaktifkan status tanggap krisis kesehatan. Langkah penanganan taktis dibagi menjadi dua lini: tim lapangan yang dikoordinasikan oleh puskesmas setempat, serta kesiapsiagaan penuh dari tenaga medis dan obat-obatan di rumah sakit rujukan.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, yang menjadi pemasok makanan tersebut. Penutupan sementara ini dilakukan hingga hasil investigasi dan uji laboratorium sampel makanan serta muntahan pasien selesai dalam waktu sekitar satu pekan.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menjelaskan bahwa SPPG Kalitengah biasanya memproduksi sekitar 2.800 porsi makanan per hari. Evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) distribusi makanan dari dapur hingga ke tangan konsumen kini menjadi fokus utama penyelidikan bersama BPOM dan pihak kepolisian.

Exit mobile version