Site icon Media KotaKita

Gunung Lakawan Enrekang Terbakar Hebat, 500 Hektare Lahan Hangus

Enrekang, Sulawesi Selatan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat melanda kawasan Gunung Lakawan, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kobaran api telah melahap sedikitnya 500 hektare lahan hijau, termasuk merambah ke area pertanian produktif milik warga sekitar.

Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Senin malam. Hingga saat ini, kobaran api masih sulit dijinakkan akibat kondisi geografis yang sangat ekstrem. Tidak hanya merusak ekosistem hutan, api yang terus menjalar kini mulai mengancam sektor ekonomi warga setelah memasuki kawasan perkebunan bawang merah yang menjadi komoditas andalan Kabupaten Enrekang.

Kepala BPBD Enrekang, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa sepanjang tahun ini telah tercatat sebanyak 24 kasus karhutla di wilayahnya. Kebakaran di Gunung Lakawan menjadi salah satu yang paling sulit ditangani karena berbagai kendala teknis dan alam di lapangan.

Medan Terjal dan Batu Panas Jadi Penghalang Utama

Upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masyarakat menghadapi tantangan yang sangat berat. Akses jalan yang rusak parah dan terputus membuat armada mobil pemadam kebakaran (damkar) sama sekali tidak bisa mendekati titik api.

Menurut Amiruddin, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang, petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya. “Medan yang sangat terjal dan tebing yang tinggi membuat personel kami kesulitan menjangkau pusat api. Ditambah lagi, adanya ancaman batu-batu panas yang gugur dari atas tebing sangat membahayakan keselamatan tim di lapangan,” jelasnya.

Dampak El Nino dan Kelalaian Manusia

Meskipun penyelidikan mendalam masih dilakukan, pihak berwenang menduga kuat bahwa cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino dan musim kemarau panjang menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api. Namun, faktor aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dengan cara membakar atau kelalaian membuang puntung rokok sembarangan juga tidak dikesampingkan.

Saat ini, pemantauan titik panas (hotspot) terus dilakukan secara intensif. Pemerintah daerah mengimbau warga di sekitar lereng Gunung Lakawan untuk tetap waspada dan proaktif membantu petugas dalam melokalisasi pergerakan api agar tidak meluas ke pemukiman padat penduduk.

Exit mobile version