Site icon Media KotaKita

Menbud Fadli Zon Dorong Kebudayaan Jadi Mesin Ekonomi Kreatif Indonesia

Kebudayaan bukan lagi sekadar warisan masa lalu yang dijaga keberadaannya, melainkan aset strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian nasional. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mendorong agar sektor budaya dan industri kreatif dapat bertransformasi menjadi sumber pendapatan baru bagi negara.

Dalam acara Malam Anugerah Pemenang Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Fadli menekankan pentingnya menerapkan konsep Cultural and Creative Industry (CCI). Terminologi internasional ini memandang pengembangan budaya sebagai ekosistem industri yang sangat potensial dan tidak seharusnya dianggap sebagai beban anggaran.

Fadli Zon memberi contoh konkret pengelolaan museum bernilai tinggi di mancanegara, seperti Museum Versailles di Prancis. Tempat bersejarah tersebut sanggup menarik sekitar 30 ribu wisatawan per hari dengan harga tiket mencapai 65 euro. Dari penjualan tiket saja, museum ini diperkirakan mampu meraup omzet hingga Rp30 miliar dalam sehari. Angka fantastis ini menunjukkan betapa besarnya peluang ekonomi jika cagar budaya dikelola secara profesional.

Indonesia sendiri memiliki kekayaan sejarah dan cagar budaya yang luar biasa melimpah. Guna mengoptimalkan potensi ini, pemerintah terus melakukan revitalisasi menyeluruh pada berbagai museum dan situs bersejarah, termasuk Candi Borobudur, Prambanan, benteng, hingga tempat peribadatan bersejarah. Pembenahan mencakup aspek tata pamer, narasi sejarah, peningkatan literasi, dan tampilan koleksi agar memenuhi standar internasional.

Guna mewujudkan ekosistem kebudayaan yang mandiri, Kementerian Kebudayaan juga mengajak keterlibatan aktif dari pihak swasta, korporasi, serta filantropis. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya melestarikan warisan luhur bangsa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Exit mobile version