TNI Angkatan Darat memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang menimpa Jembatan Gantung Merah Putih Pongpet di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pihak TNI AD menegaskan bahwa infrastruktur penghubung tersebut tidak ambruk atau runtuh secara keseluruhan seperti yang ramai diberitakan, melainkan hanya mengalami pergeseran posisi akibat kelebihan muatan.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Donny Pramono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh antusiasme warga yang luar biasa saat momen peresmian. Lebih dari 50 orang nekat melintasi jembatan secara bersamaan, mengabaikan batas aman yang sebelumnya telah disosialisasikan oleh Kodim 0625/Pangandaran. Akibat beban berlebih ini, tali sling pengikat di sisi kiri jembatan terlepas dari jangkar utamanya, sehingga menyebabkan lantai jembatan miring seketika.
Meskipun sempat menimbulkan kepanikan karena terjadi sesaat setelah prosesi gunting pita oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh rombongan pejabat daerah dan warga yang berada di atas jembatan dilaporkan selamat dan berhasil dievakuasi dengan aman. Pihak kepolisian setempat pun memastikan situasi di lokasi langsung terkendali pasca-kejadian.
Sebagai langkah cepat, Kodim 0625/Pangandaran berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangandaran segera menutup sementara akses jembatan gantung tersebut. Saat ini, tim teknis tengah melakukan perbaikan menyeluruh serta evaluasi kelayakan struktur guna memastikan keamanan sebelum jembatan ini dibuka kembali untuk umum. Evaluasi ini mencakup pengujian kekuatan struktur utama, sistem pengikat sling baja, dan pengetatan regulasi kapasitas maksimal pengguna.
Jembatan Gantung Pongpet sendiri dibangun atas inisiatif TNI AD sebagai urat nadi konektivitas bagi masyarakat Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang. Kehadiran infrastruktur ini sangat dinanti untuk memangkas waktu tempuh, meningkatkan mobilitas, serta mendongkrak denyut nadi perekonomian warga sekitar. TNI AD berkomitmen merampungkan perbaikan secepat mungkin dengan mengedepankan aspek keselamatan warga sebagai prioritas utama.

