Site icon Media KotaKita

Syarat Masuk TNI Dipermudah, Pemuda Suku Dayak Dapat Dispensasi Khusus

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberikan dispensasi khusus bagi pemuda suku Dayak pedalaman yang bercita-cita menjadi prajurit TNI. Kebijakan inklusif ini menjadi angin segar bagi masyarakat adat di Kalimantan, sekaligus menunjukkan komitmen negara dalam merangkul kearifan lokal tanpa mengabaikan kualitas pertahanan nasional.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan bahwa pelonggaran syarat fisik tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, karakteristik fisik tertentu, seperti tinggi badan, akan mendapatkan toleransi khusus agar pemuda Dayak memiliki peluang lebih besar untuk mengabdi sebagai prajurit.

“Suku Dayak pedalaman meminta peluang agar bisa bergabung dengan TNI. Untuk yang memiliki keterbatasan tinggi badan, kami berikan sedikit privilege atau keistimewaan,” ujar Sjafrie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa kebijakan ini sebenarnya sudah berjalan, termasuk bagi warga Dayak yang memiliki tato tradisional. Bagi masyarakat Dayak, rajah tubuh bukan sekadar hiasan, melainkan identitas adat dan bagian penting dari tradisi leluhur mereka.

“Sejatunya dari dulu memang diperbolehkan jika tato tersebut merupakan bagian dari tradisi adat. Kami sangat senang jika ada keterwakilan dari seluruh wilayah Indonesia dalam tubuh TNI, terlebih saat ini kami sedang melakukan penambahan personel,” tutur Maruli.

Langkah progresif ini berawal dari pertemuan intensif antara Presiden Prabowo Subianto dengan Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, di Istana Kepresidenan. Aspirasi yang disampaikan langsung direspons cepat oleh Presiden dengan menginstruksikan Panglima TNI dan para kepala staf angkatan untuk melakukan penyesuaian syarat rekrutmen.

Melalui kebijakan afirmatif ini, diharapkan integrasi sosial semakin kuat dan pertahanan di wilayah perbatasan Kalimantan dapat semakin kokoh dengan keterlibatan aktif putra daerah yang memahami medan wilayahnya secara mendalam.

Exit mobile version