Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatra Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Setelah meluncurkan kolom abu setinggi 3.500 meter di atas puncak pada Senin pagi, status gunung api aktif ini resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Merespons situasi darurat ini, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara bergerak cepat guna mengantisipasi dampak buruk bagi masyarakat sekitar.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait masalah kesehatan pernapasan dan keselamatan berkendara di jalan raya yang mulai tertutup abu vulkanik. Sebagai langkah awal pencegahan, Pemprov Sumut telah mendistribusikan sedikitnya 15.000 masker medis ke wilayah terdampak.
Selain pembagian masker, armada mobil pemadam kebakaran juga telah disiagakan di berbagai titik strategis. Langkah ini diambil berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo untuk membersihkan tumpukan abu vulkanik yang menyelimuti jalan raya agar tidak membahayakan pengguna jalan serta mengganggu aktivitas warga sekitar.
Terkait sektor pendidikan, Bobby menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar saat ini masih berjalan normal sembari terus memantau situasi terkini. Namun, jika intensitas paparan abu vulkanik di kawasan wisata Berastagi semakin memburuk, pemerintah akan segera memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi melindungi keselamatan para siswa.
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting mengonfirmasi bahwa zona bahaya ditetapkan dalam radius 4,5 hingga 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Sinabung. Warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di dalam area steril tersebut. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada laporan adanya warga yang mengungsi ke posko darurat.
Berdasarkan data vulkanologi, erupsi yang terjadi pada pukul 10.17 WIB ini terekam dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sekitar satu jam. Emisi abu tebal berwarna hitam terpantau bergerak condong ke arah timur dan tenggara. Letusan ini menjadi salah satu aktivitas terbesar setelah Gunung Sinabung terakhir kali mengalami erupsi pada tahun 2022 silam.

