Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melayangkan protes keras dan mengecam tindakan militer Israel yang menyasar Pusat Pelatihan Qalandia di Yerusalem Timur. Langkah sepihak berupa penggerebekan dan aktivitas ilegal di dalam fasilitas pendidikan tersebut dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang mengatur perlindungan aset kemanusiaan.
Dalam pernyataan resminya, UNRWA menegaskan bahwa kompleks pelatihan tersebut merupakan properti sah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Berdasarkan hukum internasional, seluruh aset PBB wajib dihormati, dilindungi, dan bebas dari segala bentuk intervensi militer maupun politik. Namun kenyataannya, fasilitas vital tersebut mengalami kerusakan fisik yang cukup signifikan setelah pasukan pendudukan Israel berada di area tersebut. Tidak hanya merusak infrastruktur, UNRWA juga menerima laporan adanya pihak-pihak luar yang mencoba menyusup untuk menjarah barang-barang berharga di dalam pusat pelatihan selama insiden berlangsung.
Pusat Pelatihan Qalandia bukan sekadar bangunan biasa, melainkan pilar penting bagi masa depan generasi muda Palestina. Fasilitas ini memiliki peran yang sangat krusial dalam menyediakan program pendidikan serta pelatihan vokasi (kejuruan) bagi para pengungsi Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan Yerusalem Timur. Melalui pusat ini, ribuan pemuda mendapatkan keterampilan kerja untuk bertahan hidup di tengah situasi ekonomi yang serba sulit.
Merespons situasi ini, UNRWA mendesak otoritas pendudukan Israel untuk segera menghentikan segala bentuk aksi intimidasi dan pelanggaran hukum di wilayah tersebut. Badan kemanusiaan ini juga menuntut pertanggungjawaban serta jaminan keamanan agar insiden serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan. Menurut UNRWA, menghormati hukum humaniter internasional bukanlah sebuah pilihan, melainkan kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh kekuatan pendudukan.
Meski harus menghadapi tekanan berat dan kerusakan fasilitas, UNRWA menegaskan komitmennya yang tidak tergoyahkan. Lembaga ini berjanji akan terus melanjutkan seluruh kegiatan pendidikan dan pelatihan di Pusat Pelatihan Qalandia demi memastikan hak-hak dasar anak muda Palestina tetap terpenuhi di tengah konflik yang berkepanjangan.

