Aichi-Nagoya, 2026 – Tantangan berat menanti para atlet balap sepeda jalan raya (road race) Indonesia yang akan berlaga di ajang bergengsi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Berlangsung di Shinshiro Cycling Road Course, Prefektur Aichi, Jepang, skuad Merah Putih bakal diuji oleh karakter lintasan ekstrem yang dipenuhi tanjakan terjal nan panjang serta turunan teknis yang memicu adrenalin.
Untuk mengarungi kompetisi tingkat benua ini, Indonesia mengutus enam pembalap terbaiknya. Sektor putri diperkuat oleh trio andalan Ayustina Delia Priatna, Dewika Mulya Sova, dan Andini Putri Anastasya. Sementara itu, sektor putra dihuni oleh talenta berbakat, yaitu Muhammad Syelhan Nurrahmat, Maulana Astnan Al Hayat, dan Muhammad Hafizh.
Berdasarkan informasi resmi dari Panitia Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya (AINAGOC), rute perlombaan mengitar sirkuit sepanjang 23 kilometer yang membelah kawasan Tsukude dan Horai di Kota Shinshiro. Pembalap putra dijadwalkan menempuh jarak total 161 kilometer, sedangkan kategori putri akan bersaing ketat sejauh 91 kilometer. Kombinasi elevasi tinggi dan belokan tajam menuntut stamina prima, penguasaan sepeda tingkat tinggi, serta strategi tim yang matang.
Federasi Sepeda Indonesia (ICF) optimistis sektor road race dapat berkontribusi maksimal dalam raihan prestasi. ICF membidik total empat medali emas dari seluruh disiplin balap sepeda, mencakup BMX, mountain bike (MTB), trek, dan jalan raya. Meskipun pemerintah menetapkan target moderat satu medali emas untuk cabang olahraga ini, ICF meyakini perkembangan performa atlet Indonesia berpotensi besar melampaui target tersebut.
Rangkaian perlombaan balap sepeda jalan raya akan dimulai dengan sesi latihan resmi individual time trial (ITT) pada 19 September, disusul babak perebutan medali ITT putra dan putri pada 20 September. Selanjutnya, latihan resmi road race digelar pada 21 September, sebelum persaingan puncak nomor road race putri berlangsung pada 22 September dan putra pada 23 September.

