DEPOK – Eskalasi dukungan terhadap jalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian menguat dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari relawan yang tergabung dalam Gerakan Cinta Prabowo (GCP). Mereka secara tegas menyatakan komitmennya untuk mengawal ketat kepemimpinan Prabowo hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2029 mendatang. Langkah taktis ini diambil guna menangkal berbagai narasi negatif yang dinilai sengaja diembuskan pihak tertentu untuk mendegradasi tingkat kepercayaan publik.
Ketua Umum GCP, H. Kurniawan, menegaskan bahwa seluruh elemen relawan siap memposisikan diri sebagai benteng pertahanan terdepan dalam menjaga stabilitas politik nasional. Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung di sela-sela agenda konsolidasi dan evaluasi internal yang berlangsung di kawasan Cibinong, Bogor. Kurniawan mengimbau agar seluruh simpatisan menyatukan visi dan misi demi memastikan program kerja strategis pemerintah berjalan tanpa hambatan eksternal.
Menurut penilaian GCP, dinamika politik beberapa bulan terakhir kerap diwarnai oleh upaya sistematis dari kelompok tertentu untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif di tengah masyarakat. Berbagai serangan opini negatif sengaja diarahkan kepada Presiden Prabowo dengan tujuan menurunkan legitimasi serta merusak citra positifnya di mata publik. Oleh sebab itu, GCP merasa perlu mengambil tindakan nyata dan bersikap proaktif guna meredam segala spekulasi liar yang berpotensi memecah belah bangsa.
Selain berkomitmen mengawal hingga tahun 2029, GCP juga menyatakan kesiapannya untuk kembali mendukung Prabowo Subianto pada periode berikutnya apabila kondisi kesehatan sang presiden tetap prima. Komitmen jangka panjang ini menunjukkan bahwa dukungan relawan tidak bersifat momentum belaka, melainkan didasarkan pada visi pembangunan berkelanjutan demi kemajuan Indonesia di masa depan.
Di sisi lain, GCP juga menaruh perhatian serius terhadap isu spekulasi percepatan pemilu yang sempat dilontarkan oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. Meski Budi Arie telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengklarifikasi bahwa ucapannya hanyalah analisis pribadi, GCP menyatakan tetap berdiskusi dengan tim hukum mereka. Rencana untuk membawa persoalan pernyataan kontroversial tersebut ke jalur hukum melalui Polda Metro Jaya tetap menjadi opsi serius guna menjaga murwah kepemimpinan nasional.

